Tandaseru — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan kembali merilis hasil pemantauan kualitas udara berkala per 19 Oktober 2026.

Berdasarkan pengukuran terbaru yang berfokus pada kawasan sekolah, sebagian besar fasilitas pendidikan di wilayah tersebut tercatat berdampak kualitas udara dengan status Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, menjelaskan bahwa pemantauan kualitas udara rutin dilakukan setiap dua hari sekali oleh seluruh Puskesmas untuk memantau situasi secara teratur dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.

“Hingga saat ini kabut asap masih nampak jelas menyelimuti Kota Tidore Kepulauan. Update hasil pengukuran rata-rata di layanan pendidikan masih berdampak dengan status Tidak Sehat, beberapa di antaranya justru naik menjadi Sangat Tidak Sehat, dan sisanya berada di status Sedang,” ujar Saiful, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data Dinkes, sejumlah sekolah yang tercatat masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat meliputi SDN 1 Akesai, SDN 2 Akesai, SMA Muhammadiyah 1 Tidore, SMA Taman Siswa Bale, MTS Swasta Nurul Jihad Aketalaga, dan SMP Negeri 2 Tidore.

Sementara itu, puluhan sekolah lainnya berada dalam kategori Tidak Sehat, di antaranya SDN Rum, SMPN 7 Kota Tidore, MIN 5 Tidore, SMAN 2 Toloa, SMPN 5 Sofifi, SMAN 4 Tidore, hingga SDIT Raudhatul Hidayah. Kategori Sedang tercatat di beberapa lokasi seperti SDN Goto, SMPN 1 Tidore, SDN Soasio, SDN Topo, MIN 6 Tidore, dan SDN Itokici.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes mengimbau seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan, untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat diminta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Saiful menegaskan bahwa pihak kesehatan terus memfokuskan upaya mitigasi melalui edukasi serta penyediaan logistik medis.

“Tenaga kesehatan tidak bisa memadamkan api. Kami fokus pada mitigasi pencegahan peningkatan kasus ISPA melalui edukasi dan kesiapan masker serta obat-obatan. Seluruh Puskesmas telah menyediakan logistik tersebut dan dapat diperoleh masyarakat di fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

Meskipun beberapa lokasi berada pada status Sedang, Dinkes tetap mengimbau agar aktivitas di luar ruangan di lingkungan sekolah dikurangi demi menghindari paparan partikel halus polutan Karhutla.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter