Tandaseru — 20 perwakilan kelompok demplot mengikuti pelatihan teknis pembuatan pentolan dan abon ikan cakalang di Desa Saria, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Halmahera Barat dengan menghadirkan pelatih profesional, Nurjana.

Fasilitator Kabupaten Tekad Halmahera Barat, Anton Ilyas, menjelaskan pelatihan teknis ini ditargetkan bagi kelompok yang diusulkan oleh desa. Langkah ini diambil karena olahan produk turunan dari ikan cakalang di kawasan tersebut sejauh ini masih sangat terbatas.

“Selain melakukan pelatihan teknis pentolan ikan cakalang kami juga melakukan pembuatan abon ikan cakalang desa Saria, dan pelatihan tersebut dapat menghadirkan pelatih dari tenaga profesional yakni ibu Nurjana,” ujar Anton.

Anton menyampaikan, Desa Saria dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil ikan melimpah di Halbar, termasuk tuna dan cakalang. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah desa serta kelompok masyarakat dapat meningkatkan kapasitas produksi olahan ikan tersebut.

“Income dari pelatihan ini kami sangat berharap kepada pemerintah desa maupun kelompok, sebagai bahan baku dasar dari jumlah pentolan maupun abon ikan lebih besar dan lebih banyak lagi, karena Desa Saria ini dikenal sebagai sala satu desa penghasil ikan terbanyak di Halbar, baik ikan tuna, ikan cakalang dan jenis ikan lainnya,” tukasnya.

Lebih lanjut, Anton berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat agar produk hasil olahan warga dapat menembus pasar lokal yang berstandar maupun pasar nasional.

“Tentu jika ini masuk di pasar nasional maupun pasar lokal yang berstandar sesuai dengan standar pasarnya ya sudah tentu pasti dapat membantu pendapatan ekonomi desa dan masyarakat di Desa Saria,” tambahnya.

Pelatihan teknis yang berlangsung selama tiga hari di masing-masing desa ini menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi dan pelaku usaha. Pada tahun 2026, program Tekad menyasar kurang lebih 10 desa di Halmahera Barat. Sebaran lokasi program ini meliputi Kecamatan Jailolo (termasuk Desa Saria), satu desa di Kecamatan Ibu Selatan, dua desa di Kecamatan Ibu, serta dua desa di Kecamatan Ibu Utara. Jenis kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan desa dan demplot yang diusulkan.

Anton juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Saria yang dinilainya melebihi ekspektasi.

“Artinya semua masyarakat dapat berbondong-bondong datang untuk ingin belajar yang di mana dulu orang hanya mengenal dan mengetahui ikan hanya dijual begitu saja, namun ada produk turunan dari ikan itu dibuat pentolan ikan dan abon sehingga mereka ingin belajar untuk mengembangkan usaha itu,” katanya seraya berharap usaha ini dapat menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, Kepala Desa Saria yang juga pengurus APDESI Halmahera Barat, Atman Hasan, mengapresiasi program Tekad yang dinilainya sangat membantu para pengrajin dan mendorong diversifikasi usaha masyarakat.

“Harapan kami selaku pemerintah Desa saria kepada kelompok tersebut agar dapat lebih fokus dan bisa mendapat pemahaman yang mendalam terkait pengembangan usaha tersebut,” harap Atman.

Ia juga meminta pengelola program terus mengawal perkembangan kelompok usaha di desanya secara berkala.

“Kepada seluruh koordinator program Tekad, agar selalu melakukan monitoring pelaksanaan program ini agar para kelompok usaha selalu mendapatkan pemasukan pemahaman yang berkelanjutan,” tutupnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter