Tandaseru – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menerjang Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (14/4/2026) dini hari mengakibatkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Dua insiden utama dilaporkan terjadi hampir bersamaan, yakni ambruknya panel dinding Plaza Gamalama Modern (PGM) dan tumbangnya pohon besar di kawasan Benteng Oranje.

Lurah Gamalama, Mochtar Umasangadji, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIT. Menurutnya, intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama kedua insiden di wilayah Kecamatan Ternate Tengah tersebut.

“Memang ada dua kejadian, panel dinding plaza ambruk dan pohon tumbang. Terjadi sekitar jam 2 malam saat hujan deras dan angin kencang,” ujar Mochtar saat memberikan keterangan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mochtar menjelaskan, kondisi lokasi yang sepi dari aktivitas warga pada dini hari meminimalisir risiko jatuhnya korban.

“Alhamdulillah tidak ada korban, karena kejadiannya tengah malam, jadi belum ada aktivitas warga,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan pohon tumbang di depan Taman Film, Kelurahan Gamalama, sempat melintang di badan jalan dan menutupi trotoar. Sejumlah warga di sekitar lokasi berinisiatif membantu menyingkirkan ranting-ranting pohon guna membuka akses jalan yang terhambat.

Sementara itu, di Plaza Gamalama Modern, material panel dinding yang ambruk telah dipindahkan ke area trotoar. Namun, warga dan pengguna jalan diimbau tetap waspada karena masih terdapat bagian panel yang menggantung dan dikhawatirkan jatuh jika terjadi angin kencang susulan.

Pihak Kelurahan Gamalama telah berkoordinasi dengan instansi teknis untuk proses pembersihan dan perbaikan lebih lanjut.

“Untuk pohon sudah kami laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara material plaza sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar segera ditindaklanjuti,” pungkas Mochtar.

Pemerintah kota diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kelayakan konstruksi ornamen bangunan publik dan melakukan perampingan pohon-pohon rawan tumbang, mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Maluku Utara.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter