“Sirkular ekonomi merupakan salah satu model efisiensi sumber daya. Dalam konteks pengelolaan sampah, praktik sirkular ekonomi bisa diwujudkan melalui praktik pengurangan sampah, desain ulang, penggunaan kembali, produksi ulang, dan daur ulang secara langsung. Hal ini dicapai melalui transfer teknologi dan penerapan model bisnis baru. Sirkular Ekonomi ini dapat menjadi salah satu jalan keluar dari (permasalahan) pengelolaan sampah dan limbah di Indonesia, sehingga tidak terbuang ke lingkungan dan dapat menjadi bahan baku,” imbuh Mulyadi.
Sirkular ekonomi ini, sambungnya, dengan teknologi dan digital oleh start up akan membantu untuk pemilahan dan pengumpulan. Karena kunci dari sirkular ekonomi adalah pemilahan dan pengumpulan. Potensi ekonomi sirkular terdapat pada tingkatan masyarakat melalui pengelolaan bank sampah.
“Potensi ekonomi sirkular selain mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat, juga sejalan dengan target pencapaian zero waste 2050, serta zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Guna mendukung target Jakstranas Pengelolaan Sampah 100 persen sampah terkelola (pengurangan sampah 30 persen, penanganan sampah 70 persen), pemerintah terus menguatkan berbagai kebijakan, seperti melalui program Adipura, penguatan Jakstrada di pemerintah daerah, serta pembangunan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN),” terangnya.
Pemprov Malut menyimpulkan, kendala yang dihadapi daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sampah antara lain anggaran, SDM dan komitmen pemerintah daerah. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya pendampingan terhadap daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sampah dalam rangka pencapaian target pengurangan dan penanganan sampah di provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Wilayah Maluku Utara.
“Dan mendukung pencapaian target Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30%, dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025. Tetap semangat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Malut Fachruddin Tukuboya menyatakan, kegiatan itu merupakan kerja sama DLH dengan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan UI yang diketuai Edison Reinkarnasi Gulo. Kegiatan tersebut juga didukung Harita Nickel Group.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.