Di rumah sakit, dokter menyatakan pengobatan Resky sulit karena ia juga menderita stunting atau kekurangan gizi. Meski sempat membaik, bahkan berat badannya naik 6 kg, nyawa Resky tidak bisa ditolong.

Setelah mengalami dehidrasi akibat diare dan muntaber akut, ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Menurut Shanty, kematian Resky harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa cerebral palsy dan stunting sangat mengancam jiwa anak-anak.

“Deteksi dini terhadap penyakit, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting harus terus dilakukan,” pungkasnya.