Survei ini, Jamaludin bilang, untuk memberikan gambaran terkait perencanaan yang termuat nanti di RPJMN tahun 2024 dan 2029, termasuk renstra Kemenkes tahun 2024 dan 2029.
“Data ini juga akan dipakai Pemda Morotai, dalam rangka menyusun RPJMD untuk periode Bupati berikutnya,” paparnya.
Indikator survei ini dilihat dari status gizi ada tiga parameter terkait stunting, wasting dan underway.
“Stunting, status gizi kurang, kemudian wasting yaitu terkait status gizi buruk atau gizi sangat kurus. Indikator di program pengendalian, pencegahan penyakit, baik itu penyakit menular, termasuk penyakit tidak menular,” tambahnya.
Kegiatan ini terbagi dalam dua Blok Sensus (BS) yaitu BS Kesmas dan BS Biomedis.
“BS Kesmas itu terdapat dalam 47 BS. Kemudian Best Biomedis itu terdapat 10 BS. Maka total BS yang ada di Morotai dalam kegiatan survei ini, itu total berjumlah 57 Blok Sensus,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.