Aji, warga sekitar, mengatakan para guru dan siswa kerap numpang buang air di rumahnya.
“Kalau pas dong buang air, dong numpang buang air di rumah. Jadi banyak siswa saat jam belajar dong buang air besar di orang punya rumah termasuk di saya punya rumah,” ungkapnya.
Kepala SMPN Unggulan 4 Jafar Sadik Ashar saat ditemui di sekolah mengaku banyak bangunan sekolah rusak lantaran kontraktor kerjanya kurang maksimal.

“Dia punya sambungan seng di dinding ini kemarin kontraktor yang pertama. Artinya so layak tapi pekerjaan yang kurang bagus,” katanya.
Untuk fasilitas berupa toilet, kata dia, masing-masing kelas semuanya tersedia. Hanya saja tidak bisa digunakan.
“Semua ada cuma tidak bisa terpakai. Pokoknya tidak bisa buang air,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.