Demikian halnya dengan bullying, yakni 24% dilakukan oleh remaja laki-laki dan 19% oleh remja permpuan. Abuse emosional atau fisik yang mempunyai 3 karakteristik, yakni : 1) deliberate (cenderung untuk menyakiti); 2) repeated (cenderung berulang pada orang yang sama), dan 3) power imbalance (memilih korban). Hal ini akan berdampak timbulnya perasaan rendah diri hina depresi, cemas sehingga tidak mau ke sekolah, insomnia, dan disfungsi sosial, seperti terlihat pada tabel berikut:
Perilaku Berisiko Remaja 13-15 tahun (Achir Yani, 2018)
Adiksi Game Online/Internet
Salah satu faktor di era teknologi saat ini yang sangat berpengaruh terhadap penyimpangan perilaku dan masalah kesehatan jiwa remaja adalah adiksi game online/internet. Kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet (internet addictive disorder) dan game (computer game addiction) menyebabkan kehidupan seseorang terikat pada kebiasaan bermain game online/internet dari waktu ke waktu. Peningkatan frekuensi, durasi, atau jumlah dalam melakukan permainan game online ini, tanpa memperdulikan konsekuensi negatif yang terjadi.
Dampak negatif adiksi game online/internet yang umumnya meliputi : 1) Lupa waktu untuk makan, beribadah, belajar; 2) Sering berbohong; 3) Kesehatan terganggu; 4) Ketidakmampuan berpikir realistis; 5) Tidak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik dalam dunia nyata; dan 6) Dapat mengarah pada tindakan pencurian/kriminal.
Penatalaksanaan
Dari berbagai perilaku penyimpangan remaja tersebut jika tidak ditangani secra maksimal sedini mungkin, maka sangat mengancam perkembangan mental mereka yang pada akhirnya remaja-remaja tersebut dapat mengalami masalah kesehatan jiwa yang mula-mula mungkin berupa kecemasan, depresi, hingga gangguan jiwa berat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.