Fasilitas e-learning yang berkembang saat ini, dapat dimanfaatkan oleh dosen maupun mahasiswa. Dosen dapat mengirim bahan perkuliahan, melaksanakan kuis, menyampaikan informasi seputar perkuliahan hingga membuat forum diskusi yang membahas suatu topik diskusi. Begitu pula halnya dengan mahasiswa, mereka dapat mengunduh bahan perkuliahan yang diberikan dosen, mencari tahu informasi perkuliahan, ikut aktif dalam forum diskusi dan sebagainya. Artinya teknologi digital membuat dunia pendidikan tinggi menjadi semakin produktif. Dengan demikian, jika dosen tidak mengikuti perkembangan Teknologi Informasi yan sangat pesat ini, maka dosen tersebut akan tererus oleh perkembangan zaman itu sendiri.

Peran Pustakawan

Salah satu unit atau bagian terpenting pada suatu pergutuan tinggi adalah unit perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan, di mana peran pustakawan sangat dibutuhkan dalam pengembanan layanan perpustakaan berbasis digital. Oleh karena itu kolaborasi antar pustakawan sangat penting dilakukan, agar adanya perubahan peran pustakawan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Menurut Mas Menteri Nadiem Makarim, bahwa di era revolusi industri 4.0, informasi bagaikan mata uang baru, sehingga perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan, serta pustakawan yang berperan dalam membantu sivitas akademika menjadi navigasi dalam lautan informasi menjadi sangat penting.

Ke depan kita akan hadapi beragam perubahan di dunia pendidikan yang salah satunya membutuhkan peran pustakawan sebagai pusat referensi dan sumber informasi, kolaborasi antar perpustakaan pada setiap institusi pendidikan dan instansi pemerintah sangat dibutuhkan dan saling menguatkan sehingga dapat menumbuhkan jaringan antar pustakawan dan jaringan pertukaran informasi.

Peran Sarana Prasarana

Salah satu aspek yang menunjang terselenggaranya aktivitas perguruan tinggi adalah memadainya sarana prasarana terutama sarana prasarana pembelajaran. Namun di era digital yang terus berkembang pesat memberikan manfaat banyak bagi kehidupan kampus, antara lain sarana pembelajaran lebih mudah dan akses informasi perkuliahan lebih cepat. Mahasiswa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dosen sebagai pemberi materi, dan bisa secara aktif mencari sumber atau materi pembelajaran melalui teknologi digital. Mahasiswa menjadi lebih banyak menyerap informasi dan berbagai pengetahuan, sehingga wawasan dan pemahaman terhadap bidang ilmu yang ditekuni semakin lebih baik.

Teknologi digital juga mempermudah proses pembelajaran, dimana penggunaan teknologi jarak jauh audio visual menawarkan beragam kesempatan dan kemudahan bagi dosen maupun mahasiswa untuk menembus batas bagi penggunaan kelas yang lebih luas dan mandiri. Perguruan tinggi termasuk Polkester giat mengembangkan pembelajaran e-learning, artinya peluang belajar bisa lebih mudah. Namun pada kondisi ini mahasiswa harus jeli dan pandai mengelola informasi tersebut, sehingga pesatnya teknologi informasi menjadi selaras dengan harapan bersama.

Pemanfaatan teknologi informasi dan model pembelajaran di Polkester dibuat lebih dinamis. Tidak lagi sekadar dosen mengajar, sementara mahasiswa hanya sebagai pendengar setia. Sumber informasi bisa diperoleh dengan mudah melalui teknologi, karena itu, pembelajaran daring mulai popular di Polkester. Model pembelajaran satu arah berangsur-angsur mulai ditinggalkan, karena model pembelajaran semacam itu tak mendorong mahasiswanya untuk berlaku aktif. Materi perkuliahan sudah diberikan via email, google class room, WhatsApp, dan lainnya, sehingga dosen dalam kelas hanya bersikap sebagai mentor.