“Jadi tahap II dari 14 desa itu realisasinya Rp 2,6 miliar, yang nanti ditransfer langsung ke rekening desa,” sambungnya.

Selain DD, lanjut Ahdad, untuk ADD realisaisnya normal dilakukan per bulan. ADD digunakan untuk membayar gaji aparatur desa.

Sementara untuk DBH, Ahdad mengaku hingga saat ini belum ada transfer yang diterima dari Pemerintah Pusat.

“Sejauh ini sampai dengan bulan Mei itu ADD realisasinya sudah Rp 17,5 miliar yang masuk ke rekening desa, DBH belum masuk dari pusat,” timpalnya.

Dari semua anggaran ini, fokus utama DPMD adalah menggenjot penyerapan anggaran DD.

“Karena sering terkendala pada proses laporan dari pemerintah desa. DD kita ini kan masih proses tahap II-nya. Kendalanya berkaitan juga dengan laporan desa, maka minggu kemarin itu baru 14 desa yang laporannya final di Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM SPAN),” cetusnya.