Tandaseru — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat bencana terbanyak selama 2021 adalah banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Halbar Muhammad Ade Fabanyo mengatakan, ada 25 laporan bencana yang terjadi sepanjang tahun lalu.
“Dari jumlah itu terbanyak laporan karena banjir salah satunya di Desa Tedeng, bahkan banjir rob kemarin terhitung ada tiga kali,” kata Ade, Rabu (2/2).
Disinggung terkait alokasi anggaran untuk BPBD, Ade mengungkapkan dalam pembahasan anggaran ia selalu memperjuangkan anggaran. Namun pada akhirnya pagu anggaran masih tetap di angka sekitar Rp 300 juta – Rp 400 juta.
Ia berharap jika ada banjir akibat luapan air dari got bisa dilaporkan ke pemerintah desa.
“Jangan langsung ke BPBD sebab peran pemerintah tingkat desa juga penting dalam penanggulangan,” tandas Ade.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.