“PII ini organisai pelajar tertua di Indonesia, dua tahun setelah kemerdekaan PII digagas,” ungkap Hidayat.
Sebagai organisasi pelajar yang tertua di Indonesia, PII dalam perjalanannya mengalami pasang surut, termasuk PII Maluku Utara.
Untuk itu, dalam periodenya sebagai Ketua Wilayah PII Maluku Utara, dirinya serta pengurus yang lain telah menyiapkan sejumlah program untuk kemajuan PII Maluku Utara.
Program paling penting, lanjutnya, adalah pengkaderan untuk 10 kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara. Saat ini, sebut mahasiswa Hukum Unkhair ini, PII Maluku Utara memiliki empat Pengurus Daerah, yakni Ternate, Tidore, Sofifi dan Gane Raya.
“Target kita semua kabupaten/kota dibentuk pengurus daerahnya. Jadi komitmen dan konsisten teman-teman pengurus wilayah sangat dibutuhkan,” ucap Hidayat.
Hidayat bilang, PW PII Maluku Utara tidak hanya fokus pada masalah kaderisasi, tapi juga akan menjadi mitra kritis bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Kami akan menjadi mitra kritis bagi pemerintah. Jika ada kebijakan yang dinilai tidak pro terhadap masyarakat maka kami akan kritisi,” tegasnya mengakhiri.
Ketua Keluarga Besar PII Malut, Salim A Khalik, yang turut hadir mengingatkan kepada seluruh pengurus agar tetap menjaga ukhuwah islamiah.
“Saya imbau kepada seluruh pengurus dan kader tetap menjaga silaturahmi sesama kader dan keluarga besar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan KB PII sangat penting untuk keberlangsungan pengkaderan PII.
“KB PII sangat penting hadir di tengah-tengah pengurus sehingga membantu kegiatan-kegiatan PII,” harapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.