Tandaseru — 180 penumpang KM Simba 1 telah berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan ke KM Barcelona, Rabu (8/9) kemarin.

KM Simba mengalami patah kemudi di perairan Mangoli, Kepulauan Sula, Maluku Utara, saat dalam pelayaran menuju Kota Ternate.

Ratusan penumpang ini dikabarkan telah tiba di Pelabuhan Sanana, Sula, sekitar pukul 02.05 WIT, Kamis (9/9).

Meski begitu, masih ada 100 penumpang dan 13 nakhoda/ABK di KM Simba 1 yang belum berhasil dievakuasi. Para penumpang ini terdiri dari 77 laki-laki dan 23 perempuan.

Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafah mengatakan, sisa penumpang yang belum dievakuasi itu lantaran proses evakuasi terkendala cuaca buruk.

Proses evakuasi penumpang KM Simba 1. (Istimewa)

Dimana saat itu tinggi gelombang laut mencapai 2 meter sehingga KM Barcelona yang dipakai untuk evakuasi tidak dapat merapat ke badan kapal KM Simba 1.

“Iya benar, sekitar 100 penumpang belum dievakuasi bersama 13 nakhoda kapal,” kata Arafah.

Sisa penumpang yang belum berhasil dievakuasi itu rencananya dievakuasi Tim SAR Gabungan menggunakan KM Permata Obi hari ini.

“Serta informasi telah diterima juga dari Capt KRI Albakora 867 bahwa KRI sedang dalam perjalanan menuju LKP untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan untuk melakukan bantuan Operasi SAR,” tambahnya.

Berdasarkan laporan terkini, tambah Arafah, posisi KM Simba 1 berada di koordinat dengan jarak 64,63 NM radian 49,7° dalam kondisi patah kemudi.