Tandaseru — Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Fifian Adeningsi Mus dan Wakil Bupati M. Saleh Marasabessy didampingi Bupati Pulau Taliabu menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Tri Sula.

Pembangunan Masjid Tri Sula merupakan simbol dan bukti persaudaraan masyarakat Pulau Sulabesi, Mangoli dan Taliabu. Hal tersebut diungkapkan Fifian kepada awak media usai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Fifian mengaku, penamaan Masjid Tri Sula itu terinspirasi dari cerita para tetua tentang sejarah persaudaraan masyarakat tiga pulau tersebut.

“Pada zaman dulu, yang saya ketahui dari cerita-cerita dari orang tua saya, bahwa 12 Sangaji itu imamnya nanti kan disebar-sebar di tiga pulau. 12 Sangaji itu dari masjid yang sekarang mau dibangun lagi,” kata Fifian.

Untuk itu, sambungnya, pembangunan Masjid Tri Sula yang berdampingan dengan Istana Daerah (Isda) Kepulauan Sula itu merupakan upaya mengembalikan bukti sejarah di Sula.

“Harapan saya, kembalikan masjid yang dulu, yang awal sejarahnya di situ (samping Isda, red). Ya kita bangun lagi seperti sediakala,” ujarnya.

“Jadi kita kembalikan biar sejarah-sejarah seperti itu untuk kita di Kabupaten Kepulauan Sula tetap mengenang, bahwa Tri Sula itu terdiri dari Sanana, Mangoli dan Taliabu. Dan tidak bisa dipisahkan, maka masjid itu saya namakan Tri Sula,” tutur Fifian.

Dengan adanya masjid ini, ia berharap, akan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas ibadah, baik di areal Pelabuhan Sanana maupun tamu yang berkunjung ke Isda.

“Kan ini aksesnya dekat pelabuhan dan jalan protokol. Mungkin orang mau ke Isda, pada saat salat, kan di Isda ini tidak ada musala. Jadi para tamu bisa langsung salat berjamaah di masjid Tri Sula,” tandas Fifian.