Sekilas Info

Dikbud dan Dinkes Maluku Utara Diminta Sampaikan Data Kebutuhan ke Presiden

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara, dr. Haryadi Ahmad. (Istimewa)

Tandaseru -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara diminta menyiapkan data kebutuhan daerah untuk disampaikan langsung ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Jokowi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dijadwalkan mengunjungi Halmahera Utara, Malut, 25 Maret besok.

Ketua Komisi IV DPRD Malut, dr. Haryadi Ahmad mengatakan, kunjungan Presiden ke Maluku Utara merupakan suatu agenda yang langka. Pemerintah Provinsi diharapkan dapat memaksimalkan kedatangannya dengan menyiapkan seluruh kebutuhan daerah untuk disampaikan ke Presiden.

"Pemprov harus menyiapkan program-program yang dibutuhkan, misalnya infrastruktur pendidikan dan kesehatan," ujar Haryadi kepada tandaseru.com, Minggu (21/3).

Haryadi bilang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut harus menyiapkan data kebutuhan terkait jumlah tenaga guru yang ada di wilayah perbatasan, terluar, terpencil dan sarana-prasarana yang selama ini menjadi kendala akibat keterbatasan anggaran.

"Nah, kebutuhan ini harus disampaikan berdasarkan data ke Presiden, tidak bisa beropini. Kita semua tahu bahwa kualitas pendidikan di Malut masih jauh tertinggal dari provinsi lainnya, ini karena faktor jangkauan juga. Untuk itu kita butuh perhatian pemerintah pusat," ungkap politikus Partai Bulan Bintang ini.

Selain pendidikan, lanjut Haryadi, kondisi sarana kesehatan juga harus menjadi prioritas pemerintah daerah untuk disampaikan.

Mengingat Maluku Utara merupakan wilayah kepulauan yang cukup sulit untuk dijangkau, sehingga sebagian besar daerah masih minim keterpenuhan tenaga kesehatan.

"Bantuan kesehatan berupa sarana-prasarana, jumlah tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan, jumlah tenaga dokter umum yang dibutuhkan di puskesmas dan pustu, kemudian jumlah tenaga perawat dan gizi. Nah ini sebenarnya berapa kebutuhannya, ini yang harus datanya lengkap. Sehingga pemerintah pusat tahu bahwa kita memiliki keterbatasan tenaga medis," tandasnya.

Penulis: Tim
Editor: Sahril Abdullah