Sekilas Info

DPRD Tidore Ingatkan Dinkes Tidak Gegabah soal Pemberian Vaksin Corona

Ilustrasi vaksin corona. (REUTERS/Dado Ruvic)

Tandaseru -- Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Ahmad Ishak mengingatkan Dinas Kesehatan Tikep agar melakukan sosialisasi meluas soal manfaat dan keamanan vaksin Sinovac. Hal ini perlu dilakukan sebelum tindakan vaksinasi Covid-19 diambil.

Menurut Ahmad, banyak warga Tikep merasa cemas dan khawatir setelah tibanya vaksin tersebut beberapa minggu lalu di Maluku Utara. Karena itu, selain soal manfaat dan keamanan, Ahmad bilang, sosialisasi teknis pelaksanaan vaksinasi penting juga dilakukan.

Politikus PDI Perjuangan itu meminta Dinkes tidak gegabah langsung melakukan vaksinisasi sebelum adanya sosialisasi kepada masyarakat. Ia khawatir tidak adanya sosialisasi dengan baik membuat pelaksanaan vaksinisasi tidak berjalan lancar.

“Saya meminta kepada Dinkes agar dapat memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar kemudian masyarakat bisa menerima, serta mengetahui dengan jelas,” harap Ahmad saat ditemui, Senin (11/1).

Ahmad menegaskan, tidak adanya sosialisasi akan membuat masyarakat tidak paham dengan program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah dalam waktu dekat ini.

“Penting sekali masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang rinci soal pemberian dosis vaksin itu. Selain itu, pemerintah juga perlu menjelaskan soal kehalalan vaksin itu. Sebab, faktor kehalalan ini kerap menjadi perdebatan di tengah masyarakat saat ini. Untuk menghindari adanya keraguan masyarakat, sebaiknya persoalan ini dijelaskan terlebih dahulu, sebab tidak mudah melakukan vaksin kepada masyarakat yang banyak ini, sebab pasti akan ada problem yang ditimbulkan nanti,” tegasnya.

Di sisi lain, kata Ahmad, masyarakat juga diminta tidak ikut percaya kepada oknum-oknum yang sengaja membuat kegaduhan soal vaksin tersebut.

“Saya juga berharap agar semua pihak tidak ikut berspekulasi atau ikut menyebar hoaks terkait dengan vaksin ini agar tidak membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Yang terpenting kita menghargai lembaga yang punya kompetensi dalam menilai soal kelayakan vaksin itu,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep dr. Abdullah Maradjabessy saat dikonfirmasi membenarkan penting sekali sebelum melakukan vaksinisasi proses sosialisasi dilakukan terlebih dahulu.

“Tentu akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, makanya besok ini akan kami bentuk tim sosialisasi dengan melibatkan dokter ahli penyakit dalam serta dokter ahli anak. Nanti mereka akan bersama-sama dengan kami dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan sekaligus sosialisasi nanti, karena dua dokter ini punya kompetensi terkait itu,” ungkapnya.

Abdullah menegaskan, tim sosialisasi yang dibentuk ini melibatkan seluruh puskesmas.

“Jadi tim yang dibentuk ini adalah tim sosialisasi yang mumpuni, karena yang kita ikuti saat ini banyak informasi hoaks yang membuat keraguan serta tidak percaya masyarakat soal vaksin ini, makanya tim ini akan bentuk sebagai tujuan guna menyosialisasi soal kelayakan dan juga halal vaksin itu,” jabar mantan Direktur RSD Tikep itu.

Penulis: Tim
Editor: Sahril Abdullah