Tandaseru — Kondisi pelabuhan speedboad rute Tobelo-Morotai di pusat Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dikeluhkan penumpang dan para pengemudi speedboat. Pasalnya, dermaga pelabuhan yang terbuat dari kayu itu sebagian papannya sudah hilang dan membuat dermaga banyak lubangnya.
Putri, salah satu penumpang kepada tandaseru.com menyatakan, pelabuhan tersebut tak layak lagi. Apalag sudah setahun kondisinya dibiarkan begitu tanpa perbaikan.
“Pelabuhan ini so tara layak, soalnya dia punya papan rusak parah dan banyak paku papan sudah tercabut. Ini bisa-bisa orang jatuh tamasok di dalam laut. Apalagi saat kita bawa muatan banyak ini sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” ungkap Putri, Rabu (11/11).
Putri berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah antisipasi memperbaiki dermaga sebelum jatuh korban.

“Kalau bisa Pemerintah cepat perbaiki supaya tidak ada yang korban celaka saat turun dari speedboat, karena kondisi papan kayu dan paku juga sudah banyak tercabut,” harapnya.
Salah satu buruh yang bekerja di pelabuhan, Isban juga mengakui kondisi pelabuhan mengancam keselamatan orang-orang yang beraktivitas di situ.
“Ini mengancam bagi penumpang bisa celaka. Sudah tiga orang tua-tua jatuh, terus torang baku angkat di ruang tunggu speed karena pelabuhan rusak. Jangan salahkan speedboat kalau so tara bisa masuk dan turunkan penumpang di pelabuhan dimana-mana,” ujarnya.
Sementara Amirudin, pengemudi speedboad 01 Burak menyatakan pelabuhan speedboad dalam Kota Daruba itu sudah tidak bisa diharapkan lagi.
“Kase turun di taman kota dan pelabuhan speed terapung milik Pemda di Desa Darpan, sementara untuk pelabuhan speed terapung tidak difungsikan untuk umum,” ucap Amirudin.
Berdasarkan data Pelabuhan Speedboat Pulau Morotai, ada 30 lebih speedboat rute Tobelo-Morotai yang beraktivitas di pelabuhan ini.
Kepala Dinas Perhubungan Morotai Ahdad H. Hasan ketika dikonfirmasi menyatakan pelabuhan tersebut masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Jadikan itu yang pelabuhan kayu itu wewenang Provinsi yang bikin lewat Dinas PU. Jadi itu sampai saat ini aset-aset belum diserahkan ke kami maka Provinsi yang punya kewenangan,” kata Ahdad.

Ahdad bilang, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemprov untuk menyerahkan pengelolaan kepada Pemkab.
“Jadi yang pelabuhan yang papan kayu itu kami tidak bisa langsung bekerja (memperbaiki) karena itu wilayah Provinsi. Tapi kalau hari ini Provinsi sudah serahkan ke Kabupaten ya sudah kita langsung laksanakan,” jelasnya.
“Sementara kami juga buat persiapan perencanaan dan lain sebagainya untuk pelabuhan masyarakat yang ada di Daruba. Nanti model pelabuhannya terapung seperti punya Ternate di Mangga Dua,” tandas Ahdad.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.