Tandaseru — Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mengeluhkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD yang tak kunjung cair 100 persen. Rupanya, pencairan BOP yang tersendat sudah terjadi selama bertahun-tahun.
Salah satu guru TK di Kecamatan Jailolo menuturkan, BOP PAUD tahap pertama di sekolahnya sebesar Rp 21 juta. Namun baru dicarikan Rp 6 juta pada 6 Juli lalu. Hingga kini, tak ada lagi pencairan lanjutan.
“Kalau sesuai regulasi seharusnya setiap anak didik terima Rp 600 ribu. Jika dikalikan dengan anak didik di seolah kami sebanyak 35 anak, jadi jumlah keseluruhan Rp 21 juta,” tutur guru yang enggan namanya dipublikasikan itu, Rabu (23/9).
Dia bilang, awalnya realisasi BOP nyaris tak ada masalah. Namun masuk tahun 2018 pencairannya mulai tersendat sampai sekarang.
Ia berharap, ke depan pencairan BOP bisa langsung dikirim ke rekening sekolah. Dengan begitu tak akan ada lagi keterlambatan.
Guru lain di salah satu PAUD di Jailolo menuturkan, anak didik di sekolahnya sebanyak 24 orang. karena itu, BOP yang harus diterima berkisar Rp 20,4 juta.
“Tapi dibagi untuk dua tahap jadi berada di kisaran Rp 10,2 juta. Tapi pembagian yang tahap pertama itu hanya Rp 9,4 juta, dan hanya dicairkan sebesar Rp 4,8 juta,” akunya.
Menurutnya, informasi yang diterima saat bimbingan teknis dengan Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat beberapa waktu lalu, anggaran BOP di Maluku Utara sudah cair 100 persen.
“Ternyata yang kami terima baru 25 persen dari total anggaran yang harus diterima. Sebenarnya ini keluhan semua guru PAUD di Halbar,” ungkapnya.
Jika merujuk pada petunjuk teknis, sambungnya, pencairan dana BOP harusnya hanya dua tahap. Namun Pemda Halbar melakukannya dalam empat tahap.
“Jadi di tahap pertama itu dicairkan setengah-setengah,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun tandaseru.com, BOP PAUD yang digelontorkan untuk Kabupaten Halmahera Barat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 sebesar Rp 1,6 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halbar Mohammad Marasabessy sempat dua kali disambangi ke ruang kerjanya tak dapat ditemui. Pertama kali, Anggota Satpol PP yang berjaga mengaku Mohammad tengah ada tamu. Namun saat disambangi kembali ia sudah tak berada di ruang kerjanya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.