Tandaseru — Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Panglima Komando Operasi TNI AU III Marsda TNI Novyan Samyoga resmi menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU Pendirian SMKS Dirgantara di Pulau Morotai, Minggu (11/10). Penandatanganan MoU dirangkaikan dengan atraksi terjun payung sekaligus dalam rangka HUT ke-75 TNI dan HUT ke-21 Provinsi Maluku Utara di Gelora Kie Raha Ternate.

Atraksi penerjun payung ini terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, masing-masing adalah Pingkan Mandagi, Elric Berhandus, Sendi Mangosa, dan Liven Tuegeh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut Imam Makhdy Hassan dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI ke-75 dan HUT Provinsi Maluku Utara ke-21, sekaligus dengan penandatanganan MoU. Dikbud sendiri mendukung segala bentuk usaha untuk memajukan pendidikan di Maluku Utara. Termasuk di antaranya membuka akses pendidikan sesuai dengan kebutuhan putra-putri daerah di bidang kedirgantaraan.

Foto udara Kota Ternate yang diambil salah satu penerjun payung. (Istimewa)

“Sebagai langkah konkrit dan terintegrasi sesuai kebutuhan zaman,” ucap Imam.

Kehadiran SMK Dirgantara atau Penerbangan yang akan dibangun di Kabupaten Pulau Morotai ini menandai kebangkitan dunia pendidikan di Maluku Utara, khususnya di jalur sekolah kejuruan. Keberadaannya diyakini akan memotivasi generasi muda untuk terjun di bidang penerbangan.

“Kami sangat optimis dan Insya Allah akan menjadi salah satu sekolah yang paling diminati oleh putra-putri Maluku Utara. Apalagi dengan penyajian atraksi terjun payung, yang sebentar lagi kita saksikan bersama, menjadi bagian yang memacu semangat kita,” ucap Gubernur Abdul Gani Kasuba saat menyampaikan sambutannya.

Pemprov Malut bersama TNI, lanjut Gubernur, akan terus meningkatkan koordinasi yang lebih baik, demi memoles sekolah ini nantinya menjadi sekolah yang berkualitas, dengan dukungan fasilitas, sarana prasarana dan tenaga-tenaga didik yang profesional dan berkompeten di bidangnya.

“Sehingga melahirkan Leo Wattimena-Leo Wattimena era baru,” ujarnya.

Sementara, Panglima Komando Operasi TNI AU III Marsda TNI Novyan Samyoga mengatakan, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan adalah kewajiban semua pihak. Penyiapan generasi muda yang cerdas, terampil, dan berkompetensi dapat dicapai melalui pendidikan yang baik.

Salah satu penerjun payung saat mendarat di Gelora Kieraha Ternate. (Zulkifli Ahmad Yusuf)

“Keberadaan SMK Dirgantara di Morotai merupakan salah satu wujud dalam rangka ikut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi muda yang lebih baik di bidang Kedirgantaraan,” ucap Novyan.

Mewakili Kepala Staf Angkatan Utara, Novyan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terwujudnya MoU antar TNI AU dalam hal ini Koopsau III yang dijembatani Lanud Leo Wattimena dengan Pemprov Malut. Ia berharap penandatanganan nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata untuk berdirinya SMKS Kedirgantaraan di Pulau Morotai.

Untuk lahan sekolah sendiri, Lanud Leo Wattimena telah menyiapkan lahan sekitar dua hektare di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai. SMKS ini nantinya berada di bawah binaan Yasarini Lanud Leo Wattimena.