Tandaseru — Pemda Halmahera Barat, Maluku Utara, menjalin kerja sama dengan TNI-Polri dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kerja sama ini terlihat saat kegiatan rembuk stunting yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah di mana melibatkan TNI-Polri sebagai narasumber untuk menyampaikan materi pada peserta yang terdiri dari kepala desa, ketua BPD, TP PKK desa, kader posyandu, PLKB, tokoh agama dan tokoh adat.

Kepala Bappeda Julius Marau pada tandaseru.com usai kegiatan rembuk stunting zona 2 Kecamatan Jailolo Selatan menjelaskan, untuk penanganan stunting ini Tim Penggerak Stunting (TPS) kabupaten telah menggandeng pihak TNI-Polri, karena selama ini sudah banyak yang dilakukan namun belum ada kolaborasi dengan pemda.

“Maka dari itu dalam rembuk stunting ini kita mengajak kerja sama, kemudian kita ingin mencari tahu apa yang sudah dilakukan dan apa yang menjadi kendala yang akan kita kerja sama,” ungkap Julius, Selasa (11/7).

“Pemda terus berupaya untuk penurunan stunting, sehingga perlu adanya kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak, termasuk TNI-Polri,” sambungnya.

Mantan Kepala Inspektorat ini mengatakan, tujuan dari rembuk stunting ini agar pemda bisa mendapatkan masukan-masukan dari TPS tingkat desa, kecamatan dan tokoh masyarakat lainnya agar mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh desa dan apa yang tidak bisa dibuat oleh desa yang nantinya akan dibuat oleh kecamatan dan kabupaten.