Tandaseru — Kondisi SD Negeri Usbar Desa Ngele-ngele Kecil, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara, terbilang memprihatinkan.

Mobiler berupa meja dan kursi sangat kekurangan. Selain itu, plafon pun ambruk di beberapa titik. Di beberapa kelas bahkan hanya ada dua meja dan kursi.

Kondisi ini dikeluhkan warga setempat. Sebab dalam beberapa kesempatan siswa harus belajar melantai.

“Padahal ada dana BOS, kepala sekolah sudah puluhan tahun. Baru sekolah negeri lagi, kecuali swasta. Baru kepala sekolah anak kampung. Ini bukan siswa pintar tapi tambah bodoh,” ungkap warga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Morotai, Revi F Dara, saat dikonfirmasi mengungkapkan baru tahu kondisi sekolah tersebut. Ia mengaku dalam waktu dekat akan memanggil kepala sekolah.

Ada pula laporan pengaduan dari masyarakat terkait pengelolaan dana BOS.

“Sebenarnya yang kurang-kurang itu kepala sekolah harus menggunakan dana BOS,” tuturnya, Rabu (2/3).

“Kita baru tahu dan kita akan turunkan pengawas, dan kita akan segera panggil kepala sekolah untuk mengecek,” sambung Revi.

Jika benar ada dugaan penyalahgunaan dana BOS, kata dia, bakal dilakukan audit.

“Karena dana BOS seluruh penggunaan dan kewenangan itu di sekolah sendiri. Itu nanti kita akan coba lihat kembali untuk panggil kepala sekolah dan saya akan perintahkan pengawas untuk melihat aktivitas di sana,” cetusnya.

Sementara Kepala Sekolah SD Inpres Usbar Huais Sibua yang dikonfirmasi terpisah belum dapat terhubung hingga berita ini ditayangkan.