Tandaseru — Persiapan terus dimatangkan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menyambut Sail Tidore 2022. Salah satunya adalah Dinas Lingkungan Hidup yang telah menyiapkan strategi penanganan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sjarif ketika dikonfirmasi menyatakan ada banyak hal yang perlu disiapkan menyambut Sail. Di antaranya adalah meminimalisir penumpukan sampah pada puncak Sail.

“Apalagi kita ketahui bersama bahwa hajatan Sail Tidore ini merupakan event internasional yang mana Tidore diberikan kesempatan sebagai tuan rumah. Maka dari itu DLH akan berupaya untuk terus fokus nanti pada penangangan sampah,” tutur Sjarif, Kamis (3/3).

“Acara Sail tersebut akan diramaikan ribuan orang yang akan berkunjung nanti, itu akan menimbulkan efek sampah yang bisa dipastikan tidak sedikit akibat aktivitas masyarakat yang ikut merayakan pelaksanaan Sail Tidore,” ujarnya.

Sjarif bilang, berkaca pada event Seleksi Tilawatil Quran (STQ) nasional yang dilaksanakan di Kota Sofifi tahun lalu, di mana banyak pengunjung dan tamu yang datang. Ia berharap, Tidore yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota kecil terbersih di Indonesia dan mendapatkan 9 kali Adipura tak bakal tercoreng hanya karena persoalan sampah.

“Kemudian dalam rangkain kegiatan Sail juga ada banyak rangkaian kegiatan event yang dilaksanakan, seperti pameran, dan juga kunjungan tamu di beberapa lokasi Sail Tidore. Ini perlu diantisipasi lebih awal. Maka dari itu sudah kami persiapkan penunjang untuk menangani persoalan sampah. Di antaranya menambah jumlah armada mobil truk, mobil tiga roda, jumlah petugas kebersihan untuk penanganan Sail jumlahnya 166 orang, dan juga jumlah tempat sampah di titik lokasi acara,” terangnya.

Ia mengakui, sejauh ini armada sampah yang ada masih kurang. Sebab armada tersebut juga harus digunakan untuk melayani urusan persampahan reguler.

“Jadi perlu kiranya ada penambahan mobil armada sampah, jadi perlu sarana prasarana lain yang fokus hanya pada persoalan sampah di kegiatan Sail Tidore. Saat ini pemkot sudah melakukan usulan proyek pengadaan ke pemerintah pusat untuk membantu khususnya di bidang persampahan tersebut,” ujar Sjarif.

Di sisi lain, DLH juga membutuhkan kerja sama dengan pihak kelurahan yang berdekatan dengan lokasi Sail Tidore. Kerja sama inindalam bentuk kolaborasi mengatasi persoalan sampah Sail.

“Pada intinya dalam penanganan sampah ini DLH juga sudah melakukan skema pelayanan sampah di lokasi Sail Tidore, sehingga nanti ketika acara setiap petugas sudah paham lokasi-lokasi mereka masing-masing. Ini dilakukan agar rapi skema pelayanannya dan juga fokus pada kerja-kerja kebersihan di lokasi Sail Tidore tersebut,” pungkasnya. (pn)