Tandaseru – Kepala Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Hasan Sibela membantah dugaan mark up anggaran belanja termometer. Hasan menegaskan, harga per unit termometer infrared memang Rp 4 juta sesuai pengakuannya sebelumnya.
Kepada tandaseru.com, Hasan menyatakan dirinya membeli satu unit termometer untuk desa dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Termometer yang dibeli dari toko Indo Raya di kompleks pertokoan Desa Fagudu, Kecamatan Sanana itu harganya Rp 4 juta.
“Saya beli termometer itu dari bulan puasa atau April lalu. Dan harganya Rp 4 juta,” ungkapnya, Jumat (12/6).
Hasan bilang, jika saat ini harga termometer tersebut sudah turun Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta itu di luar kuasanya.
“Tidak tahu kalau memang harganya Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta, atau memang dari toko sudah kasih turun harga. Tapi saya beli memang Rp 4 juta,” tuturnya.
Hasan pun berjanji akan menunjukkan bukti belanja yang dimilikinya sebagai pertanggungjawaban untuk publik.
“Hari ini saya menuju Desa Fatkauyon. Nanti balik dari desa saya akan telepon dan bisa ketemu biar tidak ada salah paham,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.