Tandaseru — Menjelang penutupan Morotai Festival (Morofest) tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Pasar Central Business District (CBD) Desa Gotalamo, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, penyelenggaraan ajang tahunan ini mendapatkan beragam masukan positif sekaligus evaluasi dari para pengunjung. Event tersebut dinilai perlu terus dipertahankan guna menjaga keramaian di salah satu pulau terluar Indonesia ini.
Dokter umum sekaligus kreator konten TikTok, dr. Rintho Potoboda, AIFO-K, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Morofest 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi motor penggerak ekonomi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jadi acara seperti ini saya berharap terus dipertahankan, karena ini salah satu pemasukan UMKM dan pasti mendorong PAD Daerah. Jadi harus ada agenda event setiap tahun ada, atau setiap bulan ada terus,” ujar dr. Rintho di lokasi Morofest, Jumat (30/1/2026).
Meski mengapresiasi keberadaan stan UMKM desa yang menjajakan produk lokal, Rintho memberikan sejumlah catatan evaluasi kritikal untuk Dinas Pariwisata Morotai dan panitia penyelenggara. Salah satu sorotan utamanya adalah masih minimnya souvenir khas Morotai yang dijual di area festival tahun ini.
“Souvenir juga masih kurang, karena momen festival ini ketika tamu dari luar datang pasti pulang harus bawa oleh-oleh. Tapi untuk stan UMKM dari desa-desa juga sudah bagus, banyak jualan lokal yang ditampilkan,” kata Rintho.
Ia menambahkan, meski jumlah cinderamata dinilainya menurun dibanding tahun sebelumnya, ia tetap membeli beberapa kuliner lokal untuk diperkenalkan ke mancanegara.
“Tapi, saya sudah beli sebagian makanan khas sebagai oleh-oleh. Gula merah, sambal roa, keripik. Oleh-oleh ini saya bawa ke Amerika Serikat untuk kenalkan khas Morotai lebih luas di teman-teman,” tambah dia.
Selain masalah souvenir, Rintho menyoroti pentingnya modernisasi sistem pembayaran digital berbasis QRIS melalui kerja sama sponsorship dengan pihak perbankan guna mempermudah transaksi pengunjung. Ia juga mendorong agar promosi pariwisata Morotai dilakukan lebih masif melalui kerja sama dengan para influencer, selebgram, serta pemanfaatan media produk seperti kaus berikon lokal—mulai dari Pulau Dodola, ikan tuna, hiu sirip hitam, hingga sejarah Perang Dunia II.
“Bisa melalui kaos dan lainya, ikon Dodola, ikan tuna, ikan hiu sirip hitam, perang dunia dua, wisata bahari lainnya. Yang perlu diketahui bahwa Kota Bali tidak seindah dengan Morotai, alamnya lebih ikonik terdapat pulau pulau yang unik cantik panorama yang mempesona. Tapi, promosi Wisata Morotai saya rasa perlu ditingkatkan lagi, supaya bisa dikenal seperti Bali dan wisata lainnya. Orang datang ke Bali saat pulang sudah bawa souvenir Bali di antaranya baju Bali yang menjadi Bali terkenal, setidaknya Morotai lebih dari itu,” timpalnya.
Untuk perbaikan teknis ke depan, ia menyarankan agar penataan stan UMKM dibuat lebih rapi sehingga estetik saat didokumentasikan menggunakan drone. Di samping itu, fasilitas dasar seperti penyediaan toilet umum bagi pengunjung di lokasi festival harus diperhatikan oleh panitia.
Sebagai langkah keberlanjutan setelah Morofest usai, Rintho mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk menggelar event olahraga secara rutin seperti voli malam, sepak bola, dan Fun Run. Sementara itu, kepada Dinas Pariwisata, ia mengusulkan pembentukan kawasan street food permanen.
“Jika sudah berakhir acara Morofest ini, mungkin dari Dinas Pariwisata bisa buat satu lokasi street food seperti di negara-negara Thailand, Malaysia,” tukasnya.
Ia pun menyatakan kesiapannya membagikan pengalaman hasil penjelajahan kuliner street food di berbagai daerah Indonesia maupun luar negeri jika dibutuhkan Dinas Pariwisata.
“Kemudian di lokasi festival panitia harus sediakan juga toilet umum bagi pengunjung. Jadi pariwisata harus aktif membuat kegiatan kegiatan, bila perlu setiap minggu ada kegiatan. Sebab wisata sudah dikenal sebagai destinasi 10 Bali Baru, kemudian KEN, Morotai Festival. Ini yang harus dikembangkan dan terus dilestarikan wisata baharinya,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.