Tandaseru — Dapur bagi sebagian besar ibu rumah tangga adalah jantung pertahanan keluarga. Namun, di pemukiman padat penduduk seperti Kelurahan Salero, Kota Ternate, Maluku Utara, jantung rumah itu kerap diinvasi oleh tamu tak diundang yang meresahkan: kecoak Amerika (Periplaneta americana).

Serangga pengganggu ini gemar bersarang di sudut lembap, mulai dari saluran air hingga tempat sampah. Kehadirannya bukan sekadar merusak pemandangan atau memicu rasa geli, melainkan membawa ancaman kesehatan nyata. Kecoak dikenal sebagai vektor patogen yang memicu diare, alergi, hingga asma pada anak-anak dan lansia.

Selama ini, solusi praktis yang diambil para ibu adalah menyemprotkan pestisida kimia yang dijual bebas di pasaran. Sayangnya, penggunaan yang terus-menerus tanpa takaran aman ini justru menyimpan bom waktu. Udara dalam ruangan tercemar, dan risiko paparan racun bagi penghuni rumah—terutama balita—menjadi taruhannya.

Melihat keresahan ini, tim dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Ternate yang digawangi Siti Washliyah, SKM., M.Si dan Nuke Dianita, S.ST hadir membawa angin segar lewat Program Kemitraan Masyarakat (PkM).

Manfaatkan Kekayaan Hayati Maluku Utara

Pada 10 dan 13 Juni 2026, suasana di Kelurahan Salero tampak berbeda. Puluhan ibu rumah tangga berkumpul mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi praktis bertajuk “Pengenalan dan Edukasi tentang Daun Jeruk Purut dan Daun Salam sebagai Penolak Kecoak Amerika pada Ibu Rumah Tangga”.

Tim PkM Poltekkes Ternate melihat ada potensi besar yang selama ini tersembunyi di rak bumbu dapur warga. Maluku Utara kaya akan tanaman herbal seperti daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan daun salam (Syzygium polyanthum). Dua bahan murah meriah ini mengandung senyawa aromatik aktif yang bertindak sebagai repellent (penolak) alami yang sangat dibenci kecoak, namun ramah lingkungan karena mudah terurai di alam.

“Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya investasi kecoak di dapur dan tempat penyimpanan makanan. Mereka terjebak pada ketergantungan pestisida kimia karena belum tahu kalau bumbu dapur di sekitar mereka bisa diolah menjadi insektisida nabati yang aman,” ujar Siti.

Dari Teori Menuju Aksi Nyata

Program pengabdian yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi ini diawali dengan studi kondisi sanitasi lingkungan warga setempat. Tak ingin sekadar memberi ceramah, Siti Washliyah dan Nuke Dianita mengombinasikan metode edukasi mereka dengan diskusi interaktif dan simulasi praktis pembuatan produk repelen sederhana.

Para ibu rumah tangga diajarkan secara langsung cara mengolah daun jeruk purut dan daun salam agar aroma penolak serangganya keluar secara maksimal. Agar ilmu ini tidak menguap begitu saja, setiap peserta juga dibekali dengan booklet edukasi cetak yang bisa mereka bawa pulang sebagai panduan mandiri di rumah.

Target jangka panjang dari kegiatan ini bukan sekadar mengusir kecoak dari Kelurahan Salero. Lebih dari itu, para ibu rumah tangga ini dipersiapkan untuk menjadi role model (panutan) di lingkungan mereka dalam menerapkan pola hidup sehat berbasis potensi lokal.

Keterampilan baru ini diharapkan mampu memicu kreativitas dan inovasi lanjutan. Siapa tahu, berawal dari racikan pengusir kecoak untuk dapur sendiri, produk insektisida nabati berbasis daun salam dan jeruk purut lokal ini nantinya bisa dikemas rapi, memiliki nilai ekonomi, dan menjadi sumber pendapatan tambahan yang berhasil guna bagi masyarakat Ternate. Kini, benteng pertahanan keluarga itu tidak lagi berbau kimia pekat, melainkan wangi segar aromatik yang menyehatkan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter