Tandaseru – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Guncangan hebat ini dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, Ferry Hamdani Wolley, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Ia menyatakan tim BPBD saat ini sudah berada di lapangan untuk melakukan pendataan.
“Benar telah terjadi kerusakan di Batang Dua. Saat ini kami masih melakukan pengecekan dan pendataan. Tim masih berada di lapangan,” ujar Ferry.
Fasilitas Umum dan Rumah Warga Terdampak
Senada dengan BPBD, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, melaporkan dalam data sementara kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota sejumlah rumah ibadah turut menjadi korban. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Gereja Kalvari Pentakosta Misi Indonesia di Kelurahan Lelewi.
Sementara itu, Camat Batang Dua, Robyanto Koloca, merincikan sebaran kerusakan pada fasilitas ibadah di wilayahnya:
- 2 Gereja: Mengalami kerusakan berat.
- 3 Gereja: Mengalami kerusakan ringan.
- Rumah Warga: Sejumlah rumah dilaporkan rusak, namun jumlah pasti belum terdata menyeluruh akibat kendala jaringan komunikasi di lokasi.
Warga Mengungsi Akibat Air Laut Surut
Kepanikan warga memuncak pascagempa setelah muncul fenomena air laut yang sempat surut secara tiba-tiba. Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi tsunami, meskipun BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini.
Rizal Marsaoly mengungkapkan, sebagian besar warga saat ini memilih menyelamatkan diri ke area pegunungan.
“Saat ini warga masih berlindung di gunung karena adanya fenomena air surut yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi tsunami,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum menerima laporan resmi terkait adanya korban jiwa. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya.
Pemerintah daerah saat ini fokus pada proses evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak, sembari menunggu pemulihan jaringan komunikasi untuk memperbarui data kerusakan secara komprehensif.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.