Tandaseru – Kasus penganiayaan brutal terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara. Seorang siswa kelas 3 SMP berinisial RHT alias Aldi menjadi korban kekerasan oleh sejumlah pria yang diduga dalam pengaruh minuman keras (mabuk) pada Sabtu (21/3/2026) malam, bertepatan dengan malam lebaran pertama.

Berdasarkan keterangan kakak korban, Anti, korban yang merupakan santri berprestasi di salah satu pesantren ini mengalami trauma berat dan luka fisik di bagian kepala akibat dipukul secara membabi buta.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula di kawasan Benteng Kalamata. Korban yang saat itu sedang berkunjung ke benteng bersama rekannya tiba-tiba dikejar pelaku menggunakan sepeda motor. Aksi kejar-kejaran tersebut berlanjut hingga ke depan tempat pencucian motor dekat BRI Bastiong.

“Adik kami sudah lari masuk ke dalam bengkel untuk berlindung, tapi pelaku tetap mengejar dan memukulnya dengan brutal. Padahal dia anak kecil, masih SMP,” ungkap Anti melalui unggahan di akun Facebook Antitjan Tjan, Kamis (26/3/2026).

Akibat penganiayaan tersebut, motor korban dilaporkan rusak parah. Secara fisik, korban juga terus mengeluhkan pusing di bagian kepala, bahkan sering berteriak histeris saat tidur karena trauma mendalam. Padahal, korban dijadwalkan mengikuti ujian sekolah beberapa bulan ke depan.

Identitas Pelaku Dikantongi

Keluarga korban menyebutkan telah mengantongi satu nama yang diduga sebagai pelaku utama, yakni pria berinisial W, warga Bastiong Karance. Diduga pelaku saat beraksi tidak sendirian.

“Kami minta pelaku harus dicari sampai dapat. Dia memukul anak di bawah umur sampai kepalanya lembek (cedera serius). Masa depan adik kami terancam karena tindakan brutal ini,” tegas Anti.

Kasus ini sendiri telah resmi dilaporkan ke Polres Ternate. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Provinsi Maluku Utara juga telah memberikan atensi khusus. Kepala Dinas DP3AKB Malut bahkan telah mengunjungi korban secara langsung pada Minggu siang untuk memantau kondisi kesehatan dan psikis korban.

Pihak keluarga memohon masyarakat Ternate yang mengetahui keberadaan pelaku atau menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan informasi guna mempercepat proses hukum.

“Kami minta pihak kepolisian secepatnya memproses dan menahan pelaku. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Bakry Syahruddin yang dikonfirmasi terpisah menyatakan kepolisian memberikan atensi penuh terhadap kasus ini.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Informasi yang kami kantongi pelaku lebih dari satu dan identitasnya sudah diketahui. Tetap kami beri atensi,” ujar Bakry.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter