Tandaseru – Penduduk di tiga desa di Pulau Taliabu, Maluku Utara, merayakan Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026). Ketiga desa tersebut adalah Desa Kawalo, Desa Woyo, dan Desa Holbota yang terletak di Kecamatan Taliabu Barat.
Gema takbir mulai terdengar melalui pengeras suara di pemukiman warga sejak Selasa (17/3/2026) sore, menandakan berakhirnya bulan Ramadan bagi masyarakat setempat.
Tradisi Turun-Temurun
Amin Rais Umagap, salah satu warga Desa Kawalo, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menyatakan, suasana Lebaran sudah terasa kental dengan pemutaran audio takbiran di berbagai sudut desa.
“Iya benar, besok kami sudah Lebaran, dan malam ini sudah malam takbiran di sini. Dari tadi sore banyak yang putar suara takbiran,” ujar Amin pada Selasa sore.
Perbedaan waktu penetapan hari raya ini terjadi karena:
- Awal Ramadan Lebih Cepat: Warga di tiga desa tersebut telah memulai ibadah puasa tiga hari lebih awal sebelum tanggal yang ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat.
- Metode Perhitungan Sendiri: Penetapan 1 Syawal didasarkan pada perhitungan khusus oleh tokoh agama dan tokoh adat setempat.
- Warisan Budaya: Masyarakat percaya bahwa metode yang digunakan oleh para tetua adat sudah tepat dan dilakukan secara turun-temurun.
Meski berbeda dengan ketetapan pemerintah secara umum, perbedaan ini tidak menjadi persoalan bagi warga Kabupaten Pulau Taliabu lainnya. Toleransi antarwarga tetap terjaga karena fenomena ini sudah menjadi bagian dari tradisi lokal yang dihormati sejak lama.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.