Tandaseru – Alfatih Dukomalamo (4 tahun), balita laki-laki asal Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Tanjung Mafu Gogo, Kota Tidore Kepulauan, Senin (16/3/2026) pagi. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (15/3/2026).

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.02 WIT oleh awak kapal kayu penumpang yang sedang menempuh rute Ternate menuju Rum. Posisi penemuan berada di depan PLTU Rum Tidore, sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Kronologi Penemuan

Saksi mata yang berada di kapal kayu melihat sesosok tubuh anak kecil mengapung saat kapal sedang melintas. Awak kapal bersama penumpang segera mengevakuasi tubuh korban ke atas kapal dan membawanya menuju Pelabuhan Rum.

Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 07.20 WIT, personel Polsek Tidore Utara yang dipimpin Kapolsek IPDA Irwan Sanjaya Hamu langsung mengamankan jenazah dan membawanya ke UPTD Puskesmas Ome untuk proses identifikasi.

Kepastian identitas korban didapatkan setelah pihak keluarga, Irnianti Dukomalamo, mendatangi puskesmas pada pukul 09.31 WIT. Irnianti mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah keponakannya, Alfatih, yang sempat dilaporkan hilang oleh sang ayah ke pihak kepolisian di Ternate.

Berdasarkan pemeriksaan medis oleh dr. Nalar di Puskesmas Ome, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka goresan di pelipis mata kanan yang diduga akibat benturan saat korban berada di laut.

Kapolsek Tidore Utara, IPDA Irwan Sanjaya, menyatakan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk segera membawa jenazah kembali ke Ternate,” ujar Irwan.

Atas perintah Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow, Kapolsek Tidore Utara beserta jajarannya turut mengawal dan mengantar jenazah korban langsung ke rumah duka di Kelurahan Mangga Dua, Ternate, sebagai bentuk empati dan dukungan kemanusiaan.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter