Tandaseru – Sebuah bengkel motor di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, hangus dilahap si jago merah, Sabtu (14/3/2026) sore. Insiden yang menimpa Bengkel Hijrah Motor di Kompleks Lemonade ini diduga kuat dipicu kelalaian karyawan yang merokok di dalam gudang.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIT. Menurut saksi mata, api pertama kali muncul dari area gudang bagian belakang bengkel dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan serta isinya.

Kronologi Kejadian

Pemilik bengkel, Faldi, menjelaskan saat kejadian dirinya sedang berada di pasar. Ia baru mengetahui musibah tersebut setelah menerima laporan dari mekaniknya.

“Api berasal dari gudang belakang. Saya curiga ada karyawan yang merokok dan membuang puntung sembarangan. Menurut mekanik saya, Om Rano, api di gudang sudah menyala besar saat diketahui,” ujar Faldi.

Rano, salah satu mekanik, mengonfirmasi dugaan tersebut. Ia menyebutkan kejadian serupa hampir terjadi sehari sebelumnya, namun berhasil dipadamkan tepat waktu. Sayangnya, peringatan agar tak membuang puntung rokok sembarangan tampaknya diabaikan rekan kerjanya.

Upaya Pemadaman dan Kerugian

Upaya pemadaman dilakukan satu unit mobil water cannon milik Polres Morotai dibantu armada Pemadam Kebakaran (Damkar). Petugas tiba di lokasi pada pukul 16.55 WIT dan berhasil menjinakkan api dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materil diperkirakan sangat besar, yakni mencapai Rp 500 juta. Hal ini dikarenakan stok oli baru saja dipasok ke bengkel tersebut sehari sebelum kejadian.

Mushaf Alquran yang ditemukan di tengah puing kebakaran bengkel. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Ajaibnya, meskipun semua benda di bengkel ludes terbakar, termasuk emas dan uang simpanan milik pemilik bengkel, sebuah mushaf Alquran justru ditemukan utuh. Kitab suci tersebut ditemukan di kamar tidur pemilik bengkel yang menyatu dengan bangunan bengke. Alquran yang selamat itu ditemukan pertama kali oleh anggota Polres Morotai Briptu Tosari Lohor.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter