Tandaseru — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pekan kemarin mengakibatkan kerusakan luas pada permukiman warga dan memutus sejumlah akses transportasi di tujuh kecamatan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana, sebanyak 27 desa di tujuh kecamatan terdampak secara langsung.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana sekaligus Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi, mengonfirmasi bahwa intensitas kerusakan bangunan cukup signifikan.
”Tercatat sebanyak 79 unit rumah rusak berat, 41 unit rumah rusak sedang, dan 173 unit rumah rusak ringan,” ujar Jani dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Selain kerugian materiil, bencana ini berdampak pada sedikitnya 892 kepala keluarga atau sekitar 3.790 jiwa. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sahu, Sahu Timur, Ibu Selatan, Ibu, Tabaru, Loloda, dan Loloda Tengah. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Loloda dilaporkan menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
Rincian Kerusakan Rumah:
- Rusak Berat 79 Unit
- Rusak Sedang 41 Unit
- Rusak Ringan 173 Unit
- Total 293 Unit

Sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat terdampak banjir. [Tandaseru/Mardi Hamid]
Upaya Penanganan Darurat
Hingga saat ini, personel Satgas bersama instansi terkait masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat. Prioritas utama petugas adalah memulihkan aksesibilitas wilayah yang terputus akibat timbunan material.
”Kami fokus melakukan pembersihan badan jalan dari material banjir dan longsor, serta melakukan perbaikan sementara pada infrastruktur jalan dan jembatan agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Jani.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Maluku Utara.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.