Tandaseru – Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia, Thomas Loidl, Kamis (8/1/2026). Kunjungan yang dipusatkan di Kedaton Kesultanan Tidore ini bertujuan mempererat hubungan diplomatik sekaligus menjajaki kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, dan pelestarian sejarah.
Kedatangan Dubes Thomas Loidl disambut hangat Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dan Jojau (Perdana Menteri) Kesultanan Tidore Ishak Naser, beserta jajaran Bobato Kesultanan.
Ikatan Sejarah Sejak Tahun 1621
Dalam pertemuan tersebut, Thomas Loidl mengungkapkan bahwa hubungan antara Austria dan Tidore bukanlah hal baru. Ia menyebutkan adanya catatan sejarah mengenai orang Austria pertama yang menetap di wilayah Ternate dan Tidore selama tujuh tahun, terhitung sejak tahun 1621.
“Kami telah menerjemahkan catatan perjalanan tersebut ke dalam Bahasa Indonesia dan mencetaknya menjadi sebuah buku yang akan kami serahkan. Ini membuktikan bahwa hubungan Austria dengan Tidore sudah terjalin sejak zaman dulu,” ujar Thomas.
Fokus Peningkatan SDM dan Vokasi
Selain aspek historis, kunjungan ini membawa misi strategis untuk masa depan Tidore, di antaranya:
• Sektor Pendidikan: Penjajakan kerja sama pelatihan melalui program Case and Training untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tidore.
• Sektor Pariwisata: Pengembangan potensi wisata sejarah mengingat banyaknya situs peninggalan di Tidore yang memiliki nilai global.
• Kolaborasi Strategis: Sekda Ismail Dukomalamo berharap pertemuan ini menjadi langkah awal pembangunan sistem pendidikan vokasi yang lebih kuat di daerah tersebut.
Tinjau Situs Bersejarah
Setelah melakukan pertemuan formal di Kedaton, rombongan Kedutaan Besar Austria melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, termasuk Benteng Torre di Kelurahan Soasio dan eks-Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba.
Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, berharap kunjungan ini dapat membuka peluang pertukaran kebudayaan yang lebih luas.
“Kami berharap setiap pengunjung Kedaton dapat belajar dan mengenal lebih dalam tentang sejarah serta kebudayaan Tidore yang besar,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.