Tandaseru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas (Unit Siaga SAR) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Peringatan ini merujuk pada data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate yang memprediksi adanya hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi selama sepekan ke depan di wilayah Maluku Utara.
Plt Kepala BPBD Pulau Morotai, Alhadar Djaguna, meminta warga di enam kecamatan untuk menghindari area berisiko tinggi guna meminimalisasi dampak bencana.
“Kami imbau masyarakat untuk menjauhi area pepohonan besar dan perbukitan. Khusus untuk nelayan, kami minta agar tidak melaut dulu jika kondisi gelombang tinggi demi keselamatan,” ujar Alhadar, Selasa (6/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Korpos Unit Siaga SAR Morotai, Rudin Jasrodji, menekankan pentingnya keselamatan pelayaran. Ia meminta para juragan speedboat dan motoris rute Morotai–Tobelo untuk tidak memaksakan keberangkatan apabila kondisi laut sedang bergejolak.
“Jangan paksakan melaut jika gelombang tinggi. Hujan lebat juga sering mengakibatkan jarak pandang terbatas yang membuat nelayan kehilangan arah. Jika terjadi musibah atau kondisi membahayakan jiwa, segera lapor ke Unit Siaga SAR Morotai di nomor 082187102820,” tegas Rudin.
Berdasarkan pantauan di lapangan sejak Senin (5/1), wilayah Morotai mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut.
Poin-Poin Himbauan Keselamatan:
• Bagi Nelayan & Motoris: Tunda aktivitas melaut dan pelayaran rute Morotai-Tobelo jika gelombang tinggi.
• Bagi Warga di Darat: Hindari berteduh di bawah pohon besar (risiko pohon tumbang) dan jauhi area perbukitan (risiko longsor).
• Faktor Risiko: Jarak pandang terbatas akibat hujan lebat yang memicu risiko hilang arah di laut.
• Layanan Darurat: Simpan nomor kontak Unit Siaga SAR Morotai untuk pelaporan cepat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.