Tandaseru – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba, secara tegas meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut mengalihkan anggaran pembangunan jalan Trans Kie Raha. Anggaran tersebut diminta untuk diprioritaskan pada perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di ruas lintas Loloda-Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Permintaan mendesak ini disampaikan Nazlatan menyusul viralnya kasus kematian seorang pasien asal Loloda Utara berinisial MP (48 tahun), yang meninggal dunia saat proses rujukan ke RSUD Tobelo pada Rabu (10/12/2025).

Pasien Meninggal Terjebak Banjir

MP meninggal dunia di tepi sungai setelah mobil yang membawanya dari Puskesmas Dorume terjebak banjir di salah satu sungai tanpa jembatan. Kondisi ekstrem di tengah perjalanan rujukan tersebut menyebabkan pasien menghembuskan napas terakhirnya sebelum mencapai rumah sakit.

Nazlatan, yang merupakan anggota DPRD dari Dapil II dan Ketua Komisi I, menyatakan insiden tragis ini menyentuh hati nuraninya.

“Saya meminta agar pembangunan jalan Trans Kie Raha ditunda sementara, dan dialihkan lebih dulu ke perbaikan jalan serta jembatan Galela-Loloda. Ini bukan soal sentimen daerah, tetapi soal nyawa manusia yang setiap hari bergantung pada akses jalan yang aman,” ujar Nazlatan, Jumat (12/12/2025).

Prioritas Keselamatan Warga

Ia menegaskan bahwa dari sisi APBD, urgensi perbaikan akses Loloda-Galela jauh lebih tinggi. Nazlatan menilai Pemprov wajib memilih prioritas yang benar, sebab ada pembangunan yang masih bisa menunggu, sementara di tempat lain masyarakat mempertaruhkan keselamatan.

“Pemprov harus mengambil langkah cepat. Pemerintah pusat sudah lebih dulu menurunkan bantuan pembangunan jalan. Artinya perhatian dari pusat sudah ada. Kini masyarakat menunggu langkah nyata dari Pemprov untuk memastikan akses Galela-Loloda benar-benar aman,” tegasnya.

Menurut Nazlatan, masyarakat Galela dan Loloda tidak ingin mendengar alasan soal status jalan atau prosedur administratif, melainkan membutuhkan keberpihakan dan tindakan nyata dari Pemprov.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, dan sebagai Wakil Rakyat dari dapil II, saya bakal terus menyuarakan ini sampai langkah konkret benar-benar diambil,” tandasnya.

Ia juga menyimpulkan bahwa urgensi pembangunan jalan Trans Kie Raha saat ini masih dipertanyakan oleh publik dan selayaknya program tersebut dievaluasi ulang.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter