Tandaseru — 21.773 siswa kelas XII jenjang SMA dan sederajat di Provinsi Maluku Utara dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai Senin (26/10/2026). Para peserta tersebut tersebar di 532 satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan peserta TKA terdiri atas 13.417 murid jenjang SMA, 4.597 murid SMK, 17 murid SMA-LB, 2.879 murid Madrasah Aliyah (MA), dan 863 peserta Program Paket C.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara saat mengunjungi sekolah di Pulau Taliabu. (Istimewa)

Gelombang pertama pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 31 Oktober–1 November 2026, dengan tiga mata pelajaran (mapel) wajib matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta mapel pilihan berdasarkan pilihan peserta.

Abubakar mengatakan, dari sisi persiapan pelaksanaan, Maluku Utara telah siap. Koordinasi dengan satuan pendidikan terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

“Dari sisi pelaksanaan, kita sudah siap. Harapan kami, dukungan listrik dan jaringan telekomunikasi, khususnya Telkomsel, tetap stabil selama pelaksanaan TKA, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis,” kata Abubakar, Kamis (22/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara saat mengunjungi sekolah di Kepulauan Sula. (Istimewa)

Menurut dia, TKA bukan sekadar ujian, melainkan instrumen untuk memperoleh gambaran capaian akademik murid secara objektif dan terstandar. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, guru, dan pemerintah dalam memperbaiki proses pembelajaran serta meningkatkan mutu pendidikan.

Ia menjelaskan, TKA bertujuan mengukur capaian akademik murid berdasarkan standar nasional, menyediakan informasi untuk evaluasi pembelajaran, serta mendukung kebutuhan seleksi akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Abubakar menegaskan, TKA tidak menentukan kelulusan murid. Kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, para murid diharapkan mengikuti tes dengan jujur, tenang, dan sungguh-sungguh.

“Target kita bukan hanya memastikan seluruh peserta mengikuti TKA, tetapi juga menjamin pelaksanaannya berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur. Hasilnya harus bisa dimanfaatkan untuk melihat capaian pembelajaran sekaligus menentukan langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara saat mengecek kesiapan sekolah melaksanakan TKA. (Istimewa)

Bagi Maluku Utara, lanjut Abubakar, TKA menjadi momentum penting untuk memetakan capaian pembelajaran di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan. Data yang diperoleh diharapkan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih terarah, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan pemerataan mutu pendidikan.

“Setiap anak, di mana pun berada dan di sekolah mana pun belajar, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tandas Abubakar.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter