Tandaseru — Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan terus memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk menanggulangi berbagai potensi situasi darurat, mulai dari gejolak harga hingga bencana alam.
Hal tersebut ditegaskan Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan CPPD di Ruang Rapat Sekda, Kamis (1/10/2026).
Dalam arahannya, Taher mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan yang telah menjalankan amanat undang-undang tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penyaluran bantuan pangan tepat sasaran saat terjadi kondisi krisis.
”Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi seperti kekurangan pangan, gejolak harga, bencana alam, bencana sosial, maupun keadaan darurat. Pemerintah Kota Tidore memiliki stok ketahanan pangan tersebut agar masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya,” ujar Taher.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Yakub Maradjabessy, mengungkapkan bahwa Pemda telah mengadakan 15 ton CPPD pada tahun 2025 dengan realisasi penyaluran sebanyak 7,4 ton. Sisa stok sebanyak 8,6 ton kini tersimpan aman di gudang Bulog sebagai cadangan tahun 2026.
Yakub menjelaskan, tata cara penyaluran sisa stok tersebut telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan CPPD.
”Perwali mengatur penyaluran untuk kondisi kekurangan pangan, gejolak harga, bencana, keadaan darurat, hingga bantuan pangan bagi masyarakat rawan pangan atau keperluan lain yang ditetapkan Pemda,” jelas Yakub.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Fauzi Robo, Kepala Dinas Sosial Amin Hasan, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Saiful Bahri Ace, serta perwakilan instansi terkait lainnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.