Tandaseru – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, membawa duka mendalam. Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun berinisial AT, warga Desa Pelita, Kecamatan Galela Utara, dilaporkan meninggal dunia akibat musibah tersebut.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, secara resmi menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga korban atas tragedi yang menimpa warga di awal tahun 2026 ini.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya selaku Bupati dan Wakil Bupati turut berbelasungkawa atas dukacita yang mendalam. Satu korban jiwa di Desa Pelita ini merupakan kehilangan bagi kita semua,” ungkap Piet, Rabu (7/1/2026).
Infrastruktur Vital Lumpuh
Selain menelan korban jiwa, cuaca ekstrem ini juga melumpuhkan mobilitas warga. Dua jembatan penting dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga putus total, menyebabkan akses kendaraan terhenti.
Putusnya infrastruktur ini menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat. Selain aktivitas ekonomi masyarakat yang terganggu, penyaluran logistik bantuan darurat terhambat karena jalanan yang tertutup material longsor dan lumpur tebal.
Fokus Penyelamatan dan Pemulihan
Menanggapi situasi kritis tersebut, Bupati Piet menegaskan Pemerintah Kabupaten Halut telah menetapkan prioritas penanganan darurat, yaitu:
• Penyelamatan Warga: Memastikan warga di titik-titik rawan segera dievakuasi ke zona aman.
• Penyaluran Logistik: Mencari jalur alternatif atau metode distribusi bantuan agar sembako tetap sampai ke wilayah terisolasi.
• Pemulihan Infrastruktur: Melakukan percepatan perbaikan jembatan dan pembersihan jalan agar akses transportasi kembali normal.
“Pemerintah akan fokus penuh pada penyelamatan dan memastikan bantuan darurat menyentuh masyarakat yang terdampak paling parah,” tegas Bupati.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.