Begitu juga dengan Elias Dollah dan Bagas Adi yang sering naik saat set piece. Kondisi ini bisa jadi celah saat Malut United berbalik menekan dengan memanfaatkan kecepatan dan kombinasi play yang sering dipraktekkan dalam latihan.

Laga malam ini adalah momentum kedua tim untuk kembali ke jalur kemenangan. Bali United pasti membidik tiga poin. Karena itu, Malut United yang menjadi tuan rumah tak boleh lengah. Waspada bola mati yang dekat dengan daerah 16 meter.

Belajar dari kekalahan di Borneo, Choach Imran tentu punya banyak pilihan taktikal untuk memulai laga dan bermain menekan untuk mendapatkan tiga poin. Ada opsi memainkan sayap cepat sejak awal agar konsentrasi Bali United tertahan untuk tidak keluar menyerang.

Lini tengah wajib dikuasai dengan ball position yang positif. Artinya, pasing yang akurat harus diarahkan ke depan untuk membongkar pertahanan Bali United dengan banyak variasi. Pemain juga harus bermain sabar. Jika ada peluang segera manfaatkan. Mansaray tak boleh dibiarkan terkucil sendirian di depan saat menerima bola. Pemain lain harus dekat dengannya untuk memanfaatkan ruang kosong atau umpan tembok yang diberikan.

Tak ada kata kalah dalam laga malam ini. Kemenangan akan memperbesar kepercayaan diri tim secara keseluruhan. Ini laga kandang terakhir sebagai tim musafir karena setelah itu, Laskar Kie Raha akan pulang bermarkas di Gelora Kie Raha. Dukungan suporter adalah pemain ke 12 tetapi yang menentukan hasil laga adalah komitmen dan konsistensi permainan 11 pemain yang terpilih. (*)