Sementara Kepala BP3D Julius Marau menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk kembali menyerap aspirasi, melakukan penajaman terhadap visi-misi kemudian arah kebijakan, dan yang ketiga sisi strategis. Karena ketiga hal ini mempengaruhi pemda dalam meletakkan fondasi di dalam dokumen perencanaan.
“Saya bersyukur karena banyak masukan yang disampaikan. Kita tidak berhenti di sini, di forum ini saja, akan ada media lain yang kita bisa gunakan, juga bisa langsung ke tim kami di BP3D apabila ada masukan penting silahkan disampaikan,” tuturnya.
Mantan Kepala Inspektorat ini mengatakan, sekarang ini dari RPJPD itu dari aspek kemanfaatan, yang pertama untuk kita memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pilkada nanti, karena pilkada nanti visi-misi calon kepala daerah menggunakan RPJPD.
“Kita percepat bisa selesai sehingga Agustus kita sudah bisa serahkan ke KPU, KPU bisa gunakan. Kemudian yang kedua, penting skali karena di 2025 kepala daerah yang terpilih nanti kan dia menyusun RPJMD-nya program 5 tahun ke depan. Bayangkan saja jika saat itu RPJMD belum tuntas, makanya kita percepat. Jadi ini kerangka dasar paling penting terhadap dua hal tadi,” terangnya.
Ia menambahkan, yang terpenting RPJPD ini pemda rumuskan arah dulu dan harus disepakati dulu.
“Kenapa agropolitan karena kita punya potensi perikanan, pertanian, pariwisata, tetapi kemudian menurut saya potensi-potensi ini betul-betul dinikmati masyarakat. Buktinya kita punya data BPS masyarakat miskin justru ada pada potensi tadi, petani nelayan,” ujarnya.
“Pertanyaannya apa yang salah selama ini, agropolitan yang kita hadirkan kita yakini bahwa ini sebuah konsep, memecahkan permasalahan petani nelayan. Kalau kaitan dengan lahan ada formulasi yang pasti kita butuh lahan yang cukup besar,” pungkas Julius.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.