Untuk itu, warga berharap pemerintah daerah mengambil langkah tegas.
“Harus dievaluasi pihak pangkalan minyak, agar dugaan penyimpangan minyak ini tidak terjadi dan masyarakat berhak mendapatkannya,” tandas dia.
Sementara salah satu pemilik pangkalan BBM di Kelurahan Payahe mengaku, pangkalan yang ada di Kelurahan Payahe hampir semua kekurangan stok. Sebelumnya mereka mendapat jatah 2 ton, namun saat ini tersisa 1,5 ton.
“Di situ yang masalah, karena suplai mita ke pangkalan sudah terbatas, sehingga pembagian ke masyarakat juga tidak mencukupi,” ungkapnya.
J juga meminta Pemda Tidore Kepulauan memeriksa truk yang menyalurkan minyak tanah ke dataran Oba.
“Supaya dapat mengawasi atau mobilisasi pergerakan mobil mita ke setiap pangkalan di daratan Oba,” pintanya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.