Sementara Kepala BPPW Maluku Utara menyampaikan akan segera menjalankan programnya setelah data yang dibutuhkan dari keluarga berisiko stunting didapatkan oleh pihaknya.

“Kami siap menunggu data dari BKKBN Maluku Utara yang berkoordinasi dengan BKKBN Pusat. Harapannya bisa kami dapatkan secara cepat walaupun baru rekapitulasi juga. Hal ini agar kami bisa usulkan terlebih dahulu ke kementerian sambil menunggu data By Name By Address,” tutur Firman.

“Rencana tahun ini dari Kepala BP2P Maluku Utara yang menitipkan pesan kepada saya bahwa telah dialokasikan untuk pembangunan 1.172 unit rumah untuk membantu mengintervensi penurunan stunting di Maluku Utara dengan mengacu pada data dari BKKBN,” tambahnya.

Kepala BWS Maluku Utara menambahkan, tahun ini akan dibangun sistem penampungan air hujan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi ketersediaan air di Pulau Hiri, Kota Ternate, yang kesulitan mendapat air.

“Tahun ini kami akan membangun sistem penampungan air hujan di Pulau Hiri, Kota Ternate. Hal ini diupayakan karena ketersediaan air di sana memang sangat kurang. Kami pun sudah mengupayakan dengan mengebor sumber air akan tetapi ternyata airnya payau sehingga tidak layak untuk digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu upaya yang diambil yaitu dengan membuat sistem penampungan air hujan,” ujar Kalpin.

Sahrir, salah satu warga pulau Hiri, menyampaikan sangat bersyukur atas adanya bantuan ini. Harapannya dengan ketersediaan air yang ada nanti dapat menurunkan stunting dari konsumsi air sehat.

“Adanya rencana pembuatan penampungan air ini kami sangat berterima kasih pihak terkait. Harapannya dengan hal ini pula stunting di pulau Hiri dapat menyumbang penurunan yang signifikan dalam mengkonsumsi air sehat,” ujar Sahrir.