“””Karena setelah pandemi Covid -19 mereda, dunia saat ini sedang berusaha memulihkan diri dari krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial. Situasi geopolitik dan ekonomi juga dipenuhi dengan konflik dan krisis di berbagai belahan dunia,” tuturnya.

Dalam lingkup nasional beragam potensi ancaman juga semakin kompleks. Untuk itu, Panglima TNI mengajak agar momentum ulang tahun ke-78 harus dijadikan bahan introspeksi untuk berbenah mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan tangguh.

Terkait tema peringatan HUT ke-78, Panglima TNI menegaskan hal itu mengandung makna bahwa kekuatan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya dalam mengawal demokrasi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, maju dan sejahtera.

Ditambahkannya, tema itu sengaja diangkat karena salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam waktu dekat adalah Pemilu serentak tahun 2024. Menurutnya, kelancaran dan keberhasilan agenda pesta demokrasi tersebut akan sangat menentukan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.

Menyikapi kondisi tersebut, Panglima TNI memerintahkan para prajurit TNI untuk peka dan antisipatif terhadap dinamika dan perkembangan situasi bangsa. Mengingat TNI berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kelancaran dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 berlangsung dengan aman, damai dan sejuk.

Menghadapi spektrum ancaman ke depan yang semakin luas dan kompleks Laksamana Yudo Margono mengatakan, negara akan terus hadir untuk terus meningkatkan kapabilitas pertahanan yang relevan dengan perkembangan teknologi militer terkini, sehingga TNI dapat menjadi kekuatan pertahanan negara yang modern dan mampu berperan aktif serta memiliki daya gentar tinggi di lingkungan strategis, regional maupun global.