Tandaseru — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat luas wilayah panen padi di Malut sekitar 6.416 hektare di tahun 2022. Dengan luasan ini, angka produksinya sebesar 24.486 ton (GKG).
“Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2022 mencapai 13.703 ton. Luas panen padi pada 2022 mengalami penurunan sebanyak 1.366 hektare atau 17,55 persen dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 7.782 hektare,” jelas Kepala BPS Aidil Adha, Rabu (15/3).
“Produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 24.486 ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 3.565 ton atau 12,71 persen dibandingkan produksi padi di 2021 yang sebesar 28.051 ton GKG. Produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 13.703 ton, mengalami penurunan sebanyak 1.995 ton atau 12,71 persen dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 15.697 ton,” tambahnya.
Produksi padi tertinggi pada 2022 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 6.110 ton GKG, sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember yaitu sekitar 86 ton.
“Pada Januari 2023, produksi padi diperkirakan sebesar 1.553 ton GKG, dan potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2023 mencapai 10.931 ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround JanuariāApril 2023 diperkirakan mencapai 12.485 ton GKG, atau mengalami penurunan sebesar 2.053 ton GKG (14,12 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 14.538 ton GKG,” akunya.
Tinggalkan Balasan