Peran Civitas Akademika
Berikut saya mencoba menguraikan peran civitas akademika Polkester di Era Digitalisasi ini meliputi: peran mahasiswa, peran dosen, peran Unit IT, dan peran pustakawan, serta didukung oleh sarana prasarana yang memadai.
Peran Mahasiswa
Kata Mahasiswa didefinisikan sebagai orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi dalam sebuah perguruan tinggi atau universitas yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Mahasiswa juga disebut sebagai agent of change dalam kehidupan, serta merupakan garda terdepan perubahahan terhadap isu-isu sosial, global dan kebijakan pemerintah. Diharapkan mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi, memberikan pendapat dan pertimbangan solusi untuk memperbaiki kondisi sosial politik dewasa ini. Sebagai generasi penerus bangsa, aksi mahasiswa dalam skala besar ternyata juga efektif untuk memberi pengaruh perubahan politik.
“Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah bagaimanakah peran mahasiswa di era teknologi informasi, di mana mahasiswa sebagai generasi yang pertama kali terpapar teknologi”.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya mencoba memberikan pandangan melalui pendekatan self filtering, yaitu mahasiswa harus mampu menyaring informasi yang diterimanya lebih dulu secara cerdas dan bijak sebelum melakukan postingnya. Mengapa demikian, bahwa salah satu hal yang harus disadari oleh kita semua adalah generasi milenial sangat melekat dengan penggunaan teknologi internet yang tinggi, terutama penggunaan komunikasi instan berupa media sosial yang akrab dengan generasi milenial. Tetapi yakinlah generasi muda itu lebih cerdas, mereka bisa membedakan mana yang baik dan benar, serta mana yang tidak baik atau hoax.
Menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0, mahasiswa dituntut memiliki standar kompetensi dan skill yang baik sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja. Mahasiswa Polkester, nantinya sebagai lulusan melalui uji kompetensi dan memperoleh surat tanda registasi (STR) untuk bisa bekerja dalam mengisi pembangunan di bidang kesehatan.
Mahasiswa Polkester harus berperan aktif dalam banyak hal, berbagai teknologi kesehatan yang selalu hadir setiap saat, tentu dapat memberikan kemudahan dalam interaksi sosial dan berkomunikasi, serta mengadopsi pengetahuan secara real time. Virtual Reality adalah revolusi alami dari cara orang-orang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi.
Mahasiswa Polkester harus memiliki pemikiran kritis dan peka terhadap masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa Indonesia dewasa ini, kemudian dengan tekun belajar dan terus belajar untuk mengasah kompetensi yang harus dimilikinya sebagai calon seorang tenaga kesehatan kelak agar turut berpartisipasi dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. Dengan kemampuan secara intelektual, teknikal/skill dan sikap profesional saja ternyata belum cukup, maka mahasiswa Polkester harus berperan aktif dalam mengaktualisasikan diri pada bidan teknologi informasi pelayanan kesehatan yang semakin canggih pula. Pada masa sekarang saja masyarakat sudah sangat ketergantungan terhadap adanya teknologi, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dimasa yang akan datang perkembangan teknologi sangat pesat dan menjadi tuntutan masyarakat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.