Menurut Rinto, salah satu faktor penyebab Benteng Oranje rentan dengan persoalan sampah karena cagar budaya yang satu ini berbeda dengan benteng pada umumnya di Indonesia, yang mendapat penjagaan ketat serta bagi pengunjung pun wajib lapor jika berkunjung.

 

“Sementara benteng ini sangat terbuka misalnya orang ke pasar lalu-lalang lewat benteng. Nah ini, berdampak juga pada sampah, tingkat kunjungan di luar jam kerja seperti sore bahkan malam hari sehingga resiko ketika orang berkunjung dengan kepentingan santai membawa makanan dan buang sampah begitu saja,” jelasnya.

 

Ia mengaku memang ada juru pemelihara yang bertugas membersihkan sampah. Namun, kebersihan akan lebih terjaga jika adanya kesadaran dari pengunjung.

 

“Jangan sampai ada tumpukan sampah ini menimbulkan image buruk salah satu cagar budaya di Kota Ternate yang sejak tahun 2018 kategori peringkat nasional,” tandasnya.