Yakni kepemimpinan yang muncul sebagai bentuk bargaining partai politik dalam menempatkan dan merebut kekuasaan belaka. Akan tetapi para pemimpin yang memiliki dedikasi besar untuk mengubah kondisi bangsa dan daerah ini menjadi satu kekuatan wilayah yang disegani.

“Oleh karena itu, moderasi kepemimpinan transformatif menjadi satu pilihan bagi terwujudnya Maluku Utara yang maju daerahnya dan beradab pemimpin serta masyarakatnya,” papar Harun.

Harun bilang, moderasi kepemimpinan transformatif merupakan salah satu tipe cara mengelola organisasi yang ideal bagi Maluku Utara di masa depan. Kepemimpinan transformatif sering dipertentangkan dengan kepemimpinan transaksional.

“Kepemimpinan transformatif mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi dan masa depan organisasi dengan bawahannya, serta meningkatkan kebutuhan bawahannya pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengharapkan kepemimpinan baru yang akan membawa Maluku Utara maju dan sejahtera bagi masyarakatnya, diharapkan lahir melalui momentum pada Pilkada 2024 nanti.