Tandaseru — Kabupaten Pulau Morotai terletak di Provinsi Maluku Utara, tepatnya di sebelah utara Pulau Halmahera. Luas Pulau Morotai hanya 1.800 km2, namun memiliki potensi wisata yang memukau. Mulai dari keindahan bawah laut, pesona kepulauan dan sejarah perang dunia II.
Kali ini tandaseru.com merekomendasikan satu tempat wisata di utara Pulau Morotai. Tabailenge, begitu sebutan salah satu pulau mungil yang terletak di kawasan bibir Pasifik.
Bagi pecinta travelling, Tabailenge bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor kurang lebih 2 jam 22 menit dari Kota Daruba.

Jika anda memilih menggunakan kendaraan umum roda empat maka anda harus merogoh kocek sebesar Rp 100 ribu per orang.
Begitu tiba di Desa Bere-bere, Kecamatan Morotai Utara, ada banyak perahu bermesin milik nelayan setempat yang bisa disewa untuk menyeberang ke Pulau Tabailenge. Bere-bere merupakan desa terdekat ke Tabailenge.
Perjalanan dari Desa Bere-bere ke Pulau Tabailenge dapat ditempuh dalam waktu 10 menit. Ongkosnya cuma Rp 25 ribu per sekali trayek pergi-pulang.
Pulau ini dipenuhi dengan hamparan pasir putih sepanjang pesisir pantai yang bisa membuat anda betah berlama-lama di sana. Gradasi warna lautnya dari kehijauan, biru muda ke biru gelap dijamin membuat berdecak kagum.

Selain pasir putih yang membentang sepanjang mata memandang, Pulau Tabailenge juga kelilingi terumbu karang. Bagi pecinta snorkeling dan diving, menikmati terumbu karang di sekitar pulau sangat memuaskan, sebab aman dari gelombang dan arus. Yup, lautan di sekitar pulau seringnya teduh bak kolam. Aman pula untuk berenang dong.
Anda juga mudah menemukan hewan endemik burung Maleo (Maleo senkawor) berlarian di antara pohon cemara laut dan pohon waru laut. Bicara soal pohon, pepohonan di Tabailenge masih amat subur dan rimbun.

Berkemah di pulau berpasir putih ini merupakan pilihan tepat. Di malam hari, berbaring di pasir nan lembut sembari memandangi lautan bintang di langit adalah romansa alam yang sensasinya tak pernah membosankan. Saat air surut, garis pantai yang menjorok ke laut cukup panjang, menambah eksotisme pulau ini.
Berbeda dengan pulau-pulau kecil lain, di Tabailenge tak terlalu banyak nyamuk dan agas. Dengan api unggun, boleh dibilang gangguan ini tak terasa sama sekali. Tapi di malam hari terbilang sangat dingin, jadi jangan lupa bawa baju hangat ya, guys.
Oya, Tabailenge juga punya belasan gazebo yang dibangun mengelilingi pulau, menara pantau, dan fasilitas lampu tenaga surya.

Anda pecinta mancing? Di sini surganya. Dengan menyewa perahu warga, 10 meter di depan pulau anda sudah bisa mendapatkan ikan-ikan dasar seperti butila, sikuda (lencam babi), kakap, kerapu, hingga bubara. Langsung dibakar deh.
Pada hari-hari reguler, pulau ini nyaris tak punya pengunjung. Hanya sesekali nelayan mampir saat melaut di dekat pulau. Jadi serasa punya pulau pribadi.
Sayangnya, saat tandaseru.com menyambangi Tabailenge, masih terdapat beberapa kekurangan berupa fasilitas dasar yang belum disediakan. Misalnya air bersih. Karena pulau ini tak punya air tawar, bawa stok air minum yang cukup ya. Anda juga bisa mengambil air tawar di Desa Bere-bere dengan perahu jika dibutuhkan.
Lalu colokan listrik. Bagi gadget mania, ketiadaan colokan listrik tentu amat mengganggu, jadi perlu diantisipasi dengan power bank.

Selain itu, di pulau cantik ini pemerintah daerah setempat juga membangun sejumlah fasilitas yang dinilai tak ramah lingkungan. Seperti deretan ruko (yang entah untuk apa), dan sebidang lahan yang di-paving.
Wahib Sahie, salah satu tokoh pemuda Desa Bere-bere, menilai pembangunan ruko di Tabailenge belum diperlukan. Sebab pulau ini hanya ramai dikunjungi saat libur lebaran atau hari besar lainnya.
“Banyak bangunan yang kami anggap ini mubazir. Untuk itu kami berharap dinas terkait mempertimbangkan kembali,” ungkap Wahib, Rabu (5/1).
Menurutnya, Pulau Tabailenge hanya membutuhkan fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih.
“Bangunan bisa dibangun namun dengan konsep ramah lingkungan, serta berbahan dasar kayu, jangan lagi beton,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.