Tandaseru — Derita warga lima desa di Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, belum juga berakhir.

Saat ini, sudah hampir sebulan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan aksi sepihak pemutusan aliran listrik dan air bersih untuk warga penerima bantuan pemerintah. Langkah ini diambil pemerintah setempat lantaran warga belum menjalani vaksinasi Covid-19

Alhasil, nyaris sebulan pula warga hidup dalam kegelapan. Untuk penerangan, mereka terpaksa menggunakan lilin hingga senter ponsel yang diisi dayanya di rumah tetangga.

Eren, salah satu warga Desa Posi-posi Rao, menuturkan akibat pemutusan jaringan listrik itu anak-anaknya tak bisa belajar.

“Sudah hampir 1 bulan ini tetap dong (mereka, red) tara (tidak, red) pasang. Ini tong (kami, red) cuma batahan deng HP punya senter. Air juga begitu,” ungkap Eren kepada tandaseru.com, Minggu (28/11).

Warga di Kecamatan Pulau Rao bertahan dengan penerangan alternatif usai diputuskan listriknya oleh pemdes. (Istimewa)

Menurutnya, warga mau saja divaksin. Namun sejauh ini pemdes tak pernah memberikan sosialisasi dengan baik dan benar.

“Tara pernah ada rapat atau kase keterangan vaksin itu bagaimana. Jadi bagaimana warga mau tahu?” ujarnya.

Di rumahnya, Eren tinggal berlima, dengan istri dan tiga anak. Akibat penerangan yang tak memadai, anak-anaknya tak bisa belajar.

“Bukan terganggu lagi, tapi memang so tara belajar karena terbatas. Baru ada anak kacil lagi, yang paling besar kelas 3 SD,” akunya.