Tandaseru — DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, bakal memanggil Pertamina untuk membahas kebijakan pengurangan kuota penyaluran BBM jenis pertalite di empat SPBU.
Keempat SPBU tersebut adalah SPBU Kalumata, SPBU Kampung Pisang, SPBU Batu Anteru, dan SPBU Kampung Makasar.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Mubin A Wahid, saat dikonfirmasi menyatakan penyaluran BBM menjadi tanggung jawab Pertamina. Alasan Pertamina terkait cuaca buruk yang memperlambat kedatangan kapal tanker dalam menyuplai BBM adalah sesuatu yang masuk akal. Akan tetapi, apakah alasan tersebut benar adanya, atau mungkin ada penyebab yang lain, ini yang perlu dipertanyakan.
“Itu memang alasan yang rasional, tapi apakah memang hanya semata-mata karena terlambat kedatangan kapal tanker akibat dari pada cuaca, atau ada faktor-faktor lain? Ini yang kita harus cari tahu lagi,” kata Mubin, Kamis (11/11).
Mubin bilang, walaupun ada cuaca buruk, dalam beberapa bulan terakhir tidak setiap saat terjadi cuaca buruk. Oleh sebab itu, mulai besok dirinya akan sampaikan ke seluruh anggota Komisi II, dan kemudian menentukan waktu yang tepat untuk mendatangi kantor Pertamina di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate atau pihak Pertamina diundang dalam sebuah pertemuan.
“Karena yang pasti dampaknya itu masyarakat, terutama para sopir angkot di Ternate, jika kuota BBM bakal dikurangi,” pungkas politikus Partai Persatuan Pembangunan ini.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.