Sekilas Info

Pemda dan DPRD Morotai Diminta Peka terhadap Persoalan Banjir

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unipas Indra Lesang. (Istimewa)

Tandaseru -- Akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Maluku Utara meminta Pemerintah Daerah dan DPRD menyeriusi banjir yang terjadi di sejumlah desa tiap musim hujan. Pada Sabtu (16/1), rumah-rumah di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan dan Desa Tutuhu, Kecamatan Morotai Selatan Barat tergenang banjir saat turun hujan.

"Kepada DPRD Pulau Morotai agar perlu soroti permasalahan banjir di Desa Muhajirin. Jangan diam saja dan larut dalam polemik APBD," tegas Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unipas Indra Lesang kepada tandaseru.com.

"Untuk keluhan, masukan, dan kritikan perlu juga dikawal oleh lembaga yang memang bertanggungjawab dalam mengawal aspirasi masyarakat yakni DPRD," cetusnya.

Menurut Indra, Pemda perlu mengadakan mesin pompa dan menata drainase.

"Dan jalur Desa Darame sendiri, jalur Desa Gotalamo sendiri, sehingga debit air saat hujan tidak menumpuk di Desa Muhajirin," jelasnya.

Mantan aktivis LMND ini mengatakan, warga terus mengeluh kebanjiran saat turun hujan namun sejauh ini Pemda belum terlihat melakukan apapun. Begitu pula DPRD yang tampak lebih serius membahas polemik APBD 2021.

"Berbagai keluhan, saran, dan kritik di atas sudah dilakukan, namun sepertinya jalan di tempat," tandasnya.

Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Sahril Abdullah